Rassya Bantah Tudingan Tak Hormati Ibu Kandung di Pernikahannya

- Selasa, 14 April 2026 | 12:30 WIB
Rassya Bantah Tudingan Tak Hormati Ibu Kandung di Pernikahannya

Kebahagiaan masih terasa hangat bagi Teuku Rassya dan Cleantha Islan. Baru saja, Minggu (12/4/2026) lalu, mereka mengikat janji di sebuah hotel mewah di Kuningan, Jakarta Selatan. Pesta berlangsung meriah, penuh senyum dan ucapan selamat. Tapi, di tengah euforia itu, beredar kabar buruk yang mengusik. Rassya dituding tak menghargai ibu kandungnya sendiri, Tamara Bleszynski. Isunya? Tamara hadir hanya sebagai 'tamu undangan' biasa.

Faktanya, Tamara memang hadir di acara putranya itu. Cuma, kedatangannya langsung memantik beragam reaksi warganet. Ada yang mempertanyakan, ada pula yang langsung menghakimi. Rupanya, Rassya tak bisa tinggal diam melihat omongan miring yang kian menyebar. Ia pun mengambil langkah untuk klarifikasi lewat akun Instagram pribadinya.

Dengan nada sedikit kesal tapi tetap sopan, Rassya membantah keras tudingan itu.

"Mana mungkin terlintas buat ngundang ibu sendiri sebagai tamu?"

Begitu tulisnya. Ia bahkan melampirkan bukti konkret: sebuah potongan rundown acara. Di dokumen itu, nama Tamara Bleszynski tercantum jelas sebagai bagian sentral dalam prosesi sungkeman bahkan ditempatkan di urutan awal. Bukan cuma itu, rencananya Tamara juga akan berjalan bersama keluarga inti saat resepsi berlangsung. Jadi, klaim bahwa ia cuma tamu biasa jelas melenceng.

Lalu, dari mana asal muasal isu ini? Ternyata, masalahnya berawal dari urusan busana. Memang, ada rencana awal untuk seragam keluarga. Namun begitu, Tamara memilih untuk mengurus bajunya sendiri lewat seorang sahabat di Bali. Sayangnya, rencana itu berantakan karena kondisi kesehatan sang sahabat yang menurun di menit-menit akhir.

"Tapi pertamanya mama yang menolak jahit bareng karena tadinya mau mempercayakan pembuatan baju dengan sahabatnya di Bali. Sayangnya, sahabat mama kondisi kesehatannya menurun, sehingga last minute mama meminta tolong istri untuk dibantu carikan penjahit penggantinya untuk kedua bajunya,"

Jelas Rassya.

Cleantha, sang istri, pun turun tangan. Ia berusaha membantu mencari penjahit pengganti di Jakarta untuk ibu mertuanya. Semua tampak berjalan, sampai terjadi miss komunikasi yang cukup fatal sehari sebelum acara. Sebagian tim panitia ternyata belum mendapat update terbaru soal penjahit ini.

Akibatnya, saat briefing, mereka mengira Tamara sudah menyiapkan semuanya sendiri. Padahal, Tamara yang masih di Bali hanya meminta ukurannya dikirim dan fitting dilakukan H-1, begitu ia tiba di Jakarta yang baru terjadi pada Jumat malam sebelum akad. Singkatnya, ini adalah salah paham yang timbul dari koordinasi yang kurang rapi, bukan karena niat tak menghormati.

Dari penjelasan panjang itu, Rassya berharap semuanya menjadi jelas. Ia ingin fokus kembali pada kebahagiaan pernikahannya, tanpa diganggu rumor yang tak berdasar. Bagaimanapun, keluarga tetap yang utama.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar