Suasana Masjid Ar-Ra'iya di kompleks DPRD Sumatera Selatan tampak berbeda malam itu. Bukan hanya jemaah biasa yang memadatinya, tapi juga para petinggi daerah. Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho hadir dalam pengajian Ramadan itu, duduk berdampingan dengan anggota Forkopimda lainnya. Acara yang sekilas religius ini ternyata punya muatan strategis: memperkuat keamanan dengan pendekatan yang lebih humanis.
Kehadiran Irjen Sandi bukan sekadar formalitas. Ini adalah bagian dari apa yang mereka sebut "Safari Ramadan," sebuah upaya konkret mengedepankan soft approach. Gagasannya sederhana: menjaga situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) yang kondusif tak melulu soal penegakan hukum yang ketat. Tapi juga lewat pendekatan yang menyejukkan, atau cooling system, dengan membangun kebersamaan.
Ketua DPRD Sumsel, dalam sambutannya, menyambut baik langkah ini.
"Marhaban ya Ramadan. Momentum bulan suci ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial," ujarnya.
Ia menekankan, kolaborasi antarinstansi adalah kunci untuk pembangunan Sumsel yang berkelanjutan.
Di sisi lain, hadir pula Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra, mewakili Gubernur Herman Deru. Candra melihat sinergi Forkopimda sebagai pondasi utama. Menurutnya, pembangunan daerah baru bisa optimal kalau keamanan dan ketertiban terjaga dengan konsisten. Titik temunya jelas: stabilitas.
Nuansa kebersamaan itu semakin kental saat penceramah naik ke mimbar. Pesan yang disampaikan bukan cuma tentang keimanan, tapi juga integritas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik. Sebuah pesan yang selaras, tentu saja, dengan komitmen Polri untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Soal komitmen itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menegaskan peran strategis kegiatan keagamaan.
"Bapak Kapolda memandang kegiatan seperti ini sebagai pondasi membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi," kata Kombes Nandang, Sabtu (21/2/2026).
"Koordinasi antarunsur Forkopimda dalam menjaga kamtibmas di Sumsel, lewat momentum Safari Ramadan, diharapkan bisa semakin solid dan harmonis."
Lebih jauh, Nandang punya alasan menarik. Menurutnya, menyampaikan pesan keamanan dalam bingkai religius justru lebih efektif.
"Pesan-pesan kamtibmas dalam suasana Ramadan seperti ini lebih mudah diterima masyarakat. Harapannya, partisipasi warga untuk menjaga lingkungannya sendiri bisa meningkat, terutama hingga Idul Fitri nanti," paparnya.
Acara kemudian ditutup dengan salat Tarawih berjamaah dan ramah tamah. Suasana cair dan penuh keakraban yang tercipta sepanjang malam seolah menjadi bukti nyata. Soliditas antarinstansi itu bukan isapan jempol belaka; ia terlihat, terasa, dan diharapkan bisa menjadi penopang kerukunan serta stabilitas wilayah.
Pada akhirnya, Polda Sumsel lewat kegiatan ini ingin mempertegas sesuatu. Komitmen menjaga keamanan mereka bangun dengan tiga pilar: kebersamaan, spiritualitas, dan sinergi lintas sektor. Dengan pendekatan yang preventif dan humanis, ajakannya terbuka untuk semua elemen masyarakat. Tujuannya satu: menciptakan kamtibmas yang aman, damai, dan sejuk sepanjang Ramadan.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat Hari Keempat Ramadhan di Surabaya
Tiga Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Diduga Berfoto di Rel Batang
Chelsea Gagal Menang di Kandang Usai Ditahan Imbang Burnley
Telkomsel Resmi Berlakukan Registrasi Kartu Perdana dengan Verifikasi Wajah