Soal komitmen itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menegaskan peran strategis kegiatan keagamaan.
"Bapak Kapolda memandang kegiatan seperti ini sebagai pondasi membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi," kata Kombes Nandang, Sabtu (21/2/2026).
"Koordinasi antarunsur Forkopimda dalam menjaga kamtibmas di Sumsel, lewat momentum Safari Ramadan, diharapkan bisa semakin solid dan harmonis."
Lebih jauh, Nandang punya alasan menarik. Menurutnya, menyampaikan pesan keamanan dalam bingkai religius justru lebih efektif.
"Pesan-pesan kamtibmas dalam suasana Ramadan seperti ini lebih mudah diterima masyarakat. Harapannya, partisipasi warga untuk menjaga lingkungannya sendiri bisa meningkat, terutama hingga Idul Fitri nanti," paparnya.
Acara kemudian ditutup dengan salat Tarawih berjamaah dan ramah tamah. Suasana cair dan penuh keakraban yang tercipta sepanjang malam seolah menjadi bukti nyata. Soliditas antarinstansi itu bukan isapan jempol belaka; ia terlihat, terasa, dan diharapkan bisa menjadi penopang kerukunan serta stabilitas wilayah.
Pada akhirnya, Polda Sumsel lewat kegiatan ini ingin mempertegas sesuatu. Komitmen menjaga keamanan mereka bangun dengan tiga pilar: kebersamaan, spiritualitas, dan sinergi lintas sektor. Dengan pendekatan yang preventif dan humanis, ajakannya terbuka untuk semua elemen masyarakat. Tujuannya satu: menciptakan kamtibmas yang aman, damai, dan sejuk sepanjang Ramadan.
Artikel Terkait
Prabowo Dorong Terminal Khusus dan Kerja Sama Maskapai untuk Percepatan Haji
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Novel Baswedan Desak Pembentukan TGPF Independen untuk Kasus Penyekatan Andrie Yunus