MURIANETWORK.COM - Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif dagang resiprokal global yang diterapkan pada era Presiden Donald Trump. Menanggapi perkembangan hukum di negeri Paman Sam tersebut, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan sikap siap dan waspada. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Prabowo dari Washington DC, menegaskan bahwa Indonesia menghormati proses politik domestik AS sambil mempersiapkan diri untuk berbagai skenario perdagangan yang mungkin terjadi.
Respon Tegas dari Washington DC
Dalam keterangannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (21 Februari 2026), Prabowo Subianto menyampaikan sikap pemerintah Indonesia dengan nada tenang namun penuh keyakinan. Ia menekankan prinsip menghormati kedaulatan hukum negara lain, sambil memastikan kepentingan nasional Indonesia tetap terjaga.
"Kita siap menghadapi segala kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat. Ya kita lihat perkembangannya," tuturnya.
Melihat Peluang di Balik Perubahan Kebijakan
Lebih lanjut, Presiden Prabowo memberikan analisis awal mengenai dampak praktis dari keputusan tersebut. Ia melihat adanya potensi keuntungan bagi Indonesia dengan berubahnya struktur tarif. Penilaian ini menunjukkan upaya pemerintah untuk tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga proaktif dalam membaca dinamika pasar global.
"Saya kira ya menguntungkan lah (tarif 10%). Kita siap menghadapi segala kemungkinan," imbuhnya, menegaskan kembali poin penting tentang kesiapan Indonesia.
Latar Belakang Kesepakatan Dagang
Keputusan Mahkamah Agung AS ini membuka babak baru dalam hubungan dagang kedua negara, yang sebelumnya telah membangun kesepakatan. Prabowo dan Trump sempat mencapai persetujuan dimana ekspor Indonesia ke AS dikenai tarif resiprokal sebesar 19%, dengan pengecualian tarif 0% untuk produk-produk tertentu. Sebagai bentuk timbal balik, Indonesia sendiri telah menghapus 99% hambatan tarif bagi produk-produk yang berasal dari Amerika Serikat.
Perkembangan terbaru ini tentu akan menggeser peta persiapan diplomasi ekonomi Indonesia. Pernyataan Presiden Prabowo dari ibu kota Amerika Serikat tersebut merefleksikan pendekatan yang matang: mengedepankan dialog dan hukum internasional, sambil secara paralel memperkuat ketahanan domestik untuk menghadapi fluktuasi kebijakan dagang global.
Artikel Terkait
Tiga Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Diduga Berfoto di Rel Batang
Chelsea Gagal Menang di Kandang Usai Ditahan Imbang Burnley
Telkomsel Resmi Berlakukan Registrasi Kartu Perdana dengan Verifikasi Wajah
Como Tundukkan Juventus 2-0 di Allianz Stadium