Warga Binaan Nusakambangan Olah Limbah Batu Bara Jadi Material Bangunan

- Jumat, 13 Februari 2026 | 22:45 WIB
Warga Binaan Nusakambangan Olah Limbah Batu Bara Jadi Material Bangunan

Pabrik pengolah FABA di Nusakambangan ini memproduksi berbagai material konstruksi, seperti paving block, batako, hingga buis beton. Prosesnya melibatkan pencampuran FABA dengan semen sebelum dicetak. Keberadaan fasilitas ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan BUMN. PT PLN menyediakan bahan baku FABA yang berasal dari PLTU Adipala, sementara Kementerian Hukum dan HAM menyiapkan lokasi dan tenaga kerja dari warga binaan.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan berkontribusi dalam program pembinaan ini. Ia juga mengungkapkan kelebihan material FABA serta kejutan atas respons positif para peserta.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dari Pak Menteri Hukum dan HAM, bahwa kami bisa berkontribusi dalam rangka pembinaan warga binaan permasyarakatan. Kebetulan PT PLN Persero ini punya limbah fly ash yang bisa menjadi pengganti semen. Dan juga bottom ash yang bisa menggantikan pasir dengan kualitas premium," kata Darmawan.

"Maka penggunaan fly ash bottom ash ini yang dilakukan warga binaan bisa menghasilkan batako, paving block, beton bahkan untuk rumah dan pembangunan jalan. Dalam hal ini kami sangat terkejut dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa kedisplinannya dan etos kerjanya. Sehingga produknya menjadi sangat premium dan punya pangsa pasar di industri," jelasnya lebih lanjut.

Harapan untuk Kontribusi yang Lebih Luas

Program ini tidak hanya dilihat sebagai aktivitas pelatihan di dalam tembok lapas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas. Dengan keterampilan yang diperoleh, warga binaan diharapkan dapat menjadi tenaga terlatih yang berkontribusi dalam program strategis nasional, seperti penyediaan rumah murah.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, berharap inisiatif seperti ini dapat mendukung target pemerintah. "Syukur-syukur dikerjakan oleh tenaga terlatih dari warga binaan lapas atau rutan, sehingga anggaran negara yang tersedia mencukupi membangun Rumah Murah, sebagaimana target Bapak Presiden untuk pembangunan 3 juta Rumah Murah bagi masyarakat," pungkas dia.

Melalui pendekatan yang mengutamakan pemberdayaan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, program di Nusakambangan ini menunjukkan sebuah model pembinaan yang berorientasi pada pemulihan dan reintegrasi, sekaligus menjawab tantangan pengelolaan limbah industri.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar