MURIANETWORK.COM - Sebuah program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, memberikan keterampilan nyata bagi warga binaan melalui pengolahan limbah pembakaran batu bara (FABA) menjadi material bangunan. Salah satu peserta, CAN (20), mengaku program ini membuat masa hukumannya terasa lebih bermakna dan cepat berlalu. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Hukum dan HAM dengan PT PLN (Persero), yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kerja sekaligus menyediakan bahan baku ramah lingkungan.
Pengalaman Langsung: Dari Masa Hukuman Menjadi Masa Produktif
Sudah sekitar enam bulan, CAN terlibat aktif dalam pengolahan fly ash dan bottom ash (FABA) di dalam kompleks Lapas. Bagi pemuda yang menjalani pidana hingga Agustus 2026 itu, rutinitas kerja di pabrik kecil tersebut memberikan struktur dan kepuasan tersendiri. Ia menggambarkan bagaimana hari-harinya yang diisi kegiatan produktif membuat waktu berjalan tanpa terasa.
"Sekitar lima, enam bulan (ikut pembinaan di pabrik FABA). Happy di sini, masa hukuman nggak berasa, pulang kerja sudah sore," tutur CAN.
"Kalau tinggal kerja terus benar-benar nggak berasa dan tiba-tiba besok sudah mau Lebaran. Saya Insyaallah Agustus (2026) keluar," imbuhnya.
Insentif dan Nilai Tambah Program
Selain mendapatkan keterampilan, CAN juga menerima insentif finansial langsung dari hasil penjualan produk. Setiap bulan, tepatnya di awal bulan, ia mendapat premi yang jumlahnya bervariasi tergantung kinerja penjualan unit produksi. Skema ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja dan reward atas usaha.
"Premi saya Rp 100 ribu perbulan kalau penjualan sedikit. Kalau penjualan banyak ya preminya banyak, berkali lipat," ucap CAN.
Sinergi untuk Pembinaan dan Lingkungan
Pabrik pengolah FABA di Nusakambangan ini memproduksi berbagai material konstruksi, seperti paving block, batako, hingga buis beton. Prosesnya melibatkan pencampuran FABA dengan semen sebelum dicetak. Keberadaan fasilitas ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan BUMN. PT PLN menyediakan bahan baku FABA yang berasal dari PLTU Adipala, sementara Kementerian Hukum dan HAM menyiapkan lokasi dan tenaga kerja dari warga binaan.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan berkontribusi dalam program pembinaan ini. Ia juga mengungkapkan kelebihan material FABA serta kejutan atas respons positif para peserta.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dari Pak Menteri Hukum dan HAM, bahwa kami bisa berkontribusi dalam rangka pembinaan warga binaan permasyarakatan. Kebetulan PT PLN Persero ini punya limbah fly ash yang bisa menjadi pengganti semen. Dan juga bottom ash yang bisa menggantikan pasir dengan kualitas premium," kata Darmawan.
"Maka penggunaan fly ash bottom ash ini yang dilakukan warga binaan bisa menghasilkan batako, paving block, beton bahkan untuk rumah dan pembangunan jalan. Dalam hal ini kami sangat terkejut dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa kedisplinannya dan etos kerjanya. Sehingga produknya menjadi sangat premium dan punya pangsa pasar di industri," jelasnya lebih lanjut.
Harapan untuk Kontribusi yang Lebih Luas
Program ini tidak hanya dilihat sebagai aktivitas pelatihan di dalam tembok lapas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas. Dengan keterampilan yang diperoleh, warga binaan diharapkan dapat menjadi tenaga terlatih yang berkontribusi dalam program strategis nasional, seperti penyediaan rumah murah.
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, berharap inisiatif seperti ini dapat mendukung target pemerintah. "Syukur-syukur dikerjakan oleh tenaga terlatih dari warga binaan lapas atau rutan, sehingga anggaran negara yang tersedia mencukupi membangun Rumah Murah, sebagaimana target Bapak Presiden untuk pembangunan 3 juta Rumah Murah bagi masyarakat," pungkas dia.
Melalui pendekatan yang mengutamakan pemberdayaan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, program di Nusakambangan ini menunjukkan sebuah model pembinaan yang berorientasi pada pemulihan dan reintegrasi, sekaligus menjawab tantangan pengelolaan limbah industri.
Artikel Terkait
Warga Kanada Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Labuan Bajo, Diduga Bunuh Diri
Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Tapanuli Tengah, Warga Desak Normalisasi Sungai
Roy Suryo Kritik Pemeriksaan Ulang Jokowi, Polisi Beralaskan Pemenuhan Petunjuk Kejaksaan
Dompu Pacu Produksi Pangan Tanpa Ekspansi Lahan, Fokus pada Intensifikasi dan Reboisasi