Puluhan Sekolah di Aceh Kembali Berdiri, Jawab Luka Pasca Bencana

- Selasa, 03 Februari 2026 | 12:45 WIB
Puluhan Sekolah di Aceh Kembali Berdiri, Jawab Luka Pasca Bencana

Penandatanganan simbolis ini disaksikan langsung oleh pejabat terkait, mulai dari Dirjen PKPLK, Direktur Pendidikan Khusus, hingga Kadisdik Provinsi Aceh.

Dalam sambutannya, Dirjen Pendidikan Vokasi PKPLK Tatang Muttaqin menilai momen ini sebagai langkah nyata rekonstruksi pendidikan di Aceh.

“Apa yang telah ditandatangani hari ini adalah dokumen awal kebahagiaan bagi orang-orang sekitar kita, para siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah di tempat Bapak Ibu untuk mengembalikan kondisi sekolah yang insyaallah lebih nyaman dan tentunya aman bagi seluruh warga sekolah,”

terang Tatang.

Ia berharap dokumen itu digunakan dengan sungguh-sungguh dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

“Setelah penandatanganan ini, kemudian dana bantuan segera bisa cair sehingga bisa langsung dieksekusi. Kami berharap awal tahun ajaran baru, semoga anak-anak kita sudah bisa belajar dengan nyaman dan aman di sekolah yang baru,”

tambahnya.

Harapan serupa diungkapkan Dahlawi, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Ia menyebut revitalisasi membawa angin segar.

“Revitalisasi ini membawa harapan baru bagi pendidikan Aceh. Dengan program Revitalisasi, kami berharap pendidikan di Aceh segera pulih dan pendidikan di Aceh ke depannya akan sama dengan daerah lainnya,”

kata Dahlawi.

Kepala SMK Ummul Ayman 2 Kabupaten Pidie Jaya, Faisal, mengaku sekolahnya termasuk yang akan segera direvitalisasi.

“Dengan revitalisasi ini kami berharap unit kelas baru bisa cepat terbangun dan siswa dapat belajar kembali dalam kondisi yang lebih nyaman,”

jelasnya.

Harapan itu diamini oleh siswa. Alfrizi Maulana, murid kelas 11 SMK Ummul Ayman 2, mengaku rindu belajar di ruang yang nyaman. Selama ini, ia terpaksa belajar di kelas darurat dan tak bisa praktik karena area praktikum rusak diterjang banjir.

“Semoga unit kelas baru bisa segera dibangun dan kami bisa belajar kembali di ruang kelas yang nyaman dengan meja dan kursi,”

harapnya.

Terakhir, Suprananta, Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, menyambut program ini sebagai kabar gembira. Dua ratus enam puluh muridnya sudah tak sabar kembali ke sekolah.

“Sekolah kami memang sudah aktif kembali, tapi masih kelas darurat. Dengan PKS ini kami insyaallah bisa membangun kembali sekolah kami yang rusak parah karena bencana,”

pungkasnya.


Halaman:

Komentar