Sebelumnya, Sjafrie memang membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia menyebut Presiden Prabowo akan mengganti seluruh jajaran direksi Bank Himbara yang dinilai merugikan negara. Tujuannya, agar bank pelat merah itu bisa bekerja lebih efektif untuk kedaulatan ekonomi dan lebih menguntungkan masyarakat kecil.
Menurut Sjafrie, banyak direksi yang dinilai tidak bekerja maksimal dan cenderung menguntungkan diri sendiri. Penggantinya nanti akan dipilih dari kalangan yang punya kemampuan intelektual dan praktisi yang cinta tanah air, bukan yang sudah lama "bercokol".
Namun begitu, versi dari pihak Danantara justru berbeda 180 derajat. Rosan Roeslani, CEO Danantara, dengan tegas membantah adanya rencana tersebut. Danantara, sebagai pemegang saham terbesar dan pengelola operasional BUMN, menyatakan tak ada pembicaraan soal merombak direksi dan komisaris.
Rosan menegaskan, bila memang perlu perbaikan, Danantara-lah yang akan menanganinya. Tapi sekali lagi ia mengulangi, sampai saat ini belum ada pembicaraan sama sekali soal itu.
Pernyataan penegasan itu ia ulangi hingga tiga kali, seolah ingin memastikan tak ada salah paham. Jadilah dua pernyataan resmi dari dua pejabat kunci ini saling bersilangan, meninggalkan tanda tanya besar di publik.
Artikel Terkait
Mendadak Jual Motor Mewah, Pejabat Kemendikbud Akui Uang Proyek untuk Kawasaki Z900
Migrant Center UI Diresmikan, Kolaborasi Empat Pilar untuk Daya Saing Pekerja Migran
Trotoar Fatmawati Diserbu Motor, Satpol PP Turun Tangan
Jembatan Merah Putih Dumai Siap Berdiri Gagah Usai Renovasi Intensif