Namun begitu, Jauhari menegaskan bahwa operasi ini bukan semata soal tilang dan hukum. Pendekatannya lebih ke edukasi.
"Kami utamakan langkah preventif lewat sosialisasi yang terus-menerus," ungkapnya.
"Tapi, penegakan hukum tetap jalan. Dilakukan secara profesional dan tentu saja, manusiawi."
Untuk eksekusinya, polisi akan memperbanyak personel di titik-titik rawan. Teknologi juga dimaksimalkan. Mereka akan gunakan e-TLE, baik yang statis maupun yang mobile, ditambah drone untuk patroli presisi. Tindakan manual tetap dilakukan, tentu saja.
Pesan akhirnya sederhana tapi penting.
"Keselamatan di jalan itu tanggung jawab bersama," ucap Jauhari.
"Patuh aturan itu bukan cuma biar enggak kena sanksi. Lebih dari itu, buat keselamatan diri sendiri dan orang lain."
Artikel Terkait
Mendadak Jual Motor Mewah, Pejabat Kemendikbud Akui Uang Proyek untuk Kawasaki Z900
Migrant Center UI Diresmikan, Kolaborasi Empat Pilar untuk Daya Saing Pekerja Migran
Trotoar Fatmawati Diserbu Motor, Satpol PP Turun Tangan
Jembatan Merah Putih Dumai Siap Berdiri Gagah Usai Renovasi Intensif