Di sisi lain, cakupan program ini terus diperluas. Saat ini, MBG tak hanya untuk pelajar, tapi juga ibu hamil dan lansia. Rencananya, penyandang disabilitas juga akan masuk dalam daftar penerima. Menurut data yang disampaikan, sudah ada 60 juta penerima manfaat. Angka itu ditargetkan melonjak menjadi 82 juta dalam waktu dekat.
Dampaknya pun dirasakan di lapangan kerja. Program ini disebut telah membuka sekitar 1 juta lapangan kerja, dikelola melalui Sistem Pangan dan Pertanian Gotong Royong (SPPG).
Namun begitu, Prabowo tampaknya sedikit kesal dengan sikap skeptis sebagian kalangan di dalam negeri. Ada nada frustrasi dalam pernyataannya.
“Ada kecenderungan, para orang pintar kita lebih percaya orang asing daripada bangsanya sendiri. Ya cek saja ke Rockefeller Institute, karena mereka tidak akan percaya dengan orang-orang ini. Saya nggak ngerti mereka itu pemikirannya seperti apa, tapi tetap harus kita ajak bicara,” ujarnya dengan nada tegas.
Baginya, fakta bahwa lembaga bergengsi dunia mempelajari MBG adalah bukti nyata. Indonesia, kata Prabowo, kini justru menjadi role model dalam hal penyaluran makanan bergizi. Program ini memang sejak awal dicanangkan sebagai prioritas, setelah swasembada energi dan pangan.
“Coba tanya di dunia ini. Saudara-saudara, sekarang ini kita menjadi percontohan, kita mau dipelajari,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Bahar bin Smith Resmi Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Banser
Masjid Jadi Titik Terang di Tengah Reruntuhan Longsor Cisarua
KPK Periksa Penilai Pajak dan Staf Perusahaan Terkait Dugaan Suap di Kantor Pajak Jakarta Utara
KPK Panggil Tiga Pejabat Daerah Terkait Kasus Jual Beli Jabatan di Pati