Gus Yahya Buka Suara: Konflik Internal PBNU dan Polemik Izin Tambang yang Mandek

- Jumat, 30 Januari 2026 | 19:25 WIB
Gus Yahya Buka Suara: Konflik Internal PBNU dan Polemik Izin Tambang yang Mandek

Konflik internal di tubuh PBNU belakangan memang ramai dibicarakan. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, mengakui ada banyak faktor pemicunya. Salah satunya, ya, soal konsesi tambang itu.

“Orang-orang mungkin agak ramai menyebutkan tambang sebagai sebab konflik dan sebagainya,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat lalu.

Dia melanjutkan, “Ini sebetulnya pengulangan juga dari pernyataan saya selama ini. Mungkin memang tambang menjadi salah satu faktor. Tapi pasti bukan satu-satunya, pasti bukan satu-satunya.”

Menurutnya, isu yang berkembang sudah sangat kompleks. “Semua orang tahu apa saja percakapan yang terjadi seputar ini. Kompleks, tambang bukan satu-satunya,” tambahnya.

Nah, yang menarik, izin tambang yang jadi buah bibir itu sampai sekarang ternyata belum juga beroperasi. Belum ada hasil yang keluar, belum ada aktivitas penambangan yang benar-benar jalan. Gus Yahya sendiri menyebut, perlu diskusi yang dalam dan panjang di internal NU untuk menindaklanjutinya.

“Apakah ini akan dikembalikan atau tidak? Sebabnya apa dulu? Itu harus melalui diskusi yang dalam dan panjang di dalam NU sendiri, keinginan bermacam-macam,” paparnya.

Memang, di internal organisasi, suara tentang tambang ini tidak seragam. Ada yang ogah repot karena tidak mengerti seluk-beluknya. Di sisi lain, ada juga yang berharap proyek ini bisa mendatangkan pemasukan untuk kemaslahatan umat.

“Ini semua harus didiskusikan,” tegas Gus Yahya. “Karena pasti enggak mungkin, saya, misalnya sebagai ketua umum membuat keputusan sendiri, Rais Aam membuat keputusan sendiri juga, tidak mungkin.”

Keputusan akhir, lanjutnya, harus benar-benar jadi keputusan bersama. Seperti halnya keputusan awal menerima konsesi ini dulu, yang juga merupakan keputusan organisasi, bukan perorangan. Soal pemberian izinnya sendiri, Gus Yahya menegaskan, itu diberikan oleh negara. PBNU tidak pernah meminta.

Di kesempatan yang sama, Gus Yahya juga menyentuh hubungannya dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Dia dengan tegas membantah isu pertikaian di antara mereka.

“Soal Saifullah Yusuf ya, siapa bilang kita berantem? Saya nggak pernah berantem dengan Saifullah Yusuf sebetulnya ya. Dia ini teman lama. Ini persepsi dari mana? Ini saya kira persepsi dari medsos saja ya,” katanya.

Setelah semua konflik, Gus Yahya berharap semuanya kembali ke kondisi semula. Dia menekankan bahwa tidak pernah ada persoalan pribadi dalam dinamika ini.

“Semuanya harus kembali ke default. Apalagi kalau soal pribadi ini sebetulnya ada ungkapan, nothing personal. Semuanya ini adalah soal, apa namanya, soal bisnis. Nothing personal, ya. Jadi enggak ada masalah pribadi sama sekali ini, dan ketika ada kesepakatan default ya default sudah,” imbuhnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler