Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas, dan kali ini soal klaim yang saling bertolak belakang. Presiden AS Donald Trump beberapa kali menyebut Teheran aktif menghubungi Washington untuk meminta dialog. Namun, pihak Iran justru membantah keras klaim tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menyatakan negaranya tidak meminta negosiasi. Pernyataan itu dia sampaikan kepada media pemerintah Iran, Rabu (28/1) waktu setempat, seperti dilaporkan Reuters.
"Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan tidak ada permintaan untuk negosiasi yang diajukan dari kami," tegas Araghchi.
Dia merujuk pada Steve Witkoff, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah. Menurut Araghchi, memang ada berbagai pihak yang bertindak sebagai mediator dan sedang menggelar konsultasi dengan Teheran. Tapi itu lain soal.
"Sikap kami jelas," lanjutnya. "Negosiasi tidak berjalan seiring ancaman-ancaman, dan dialog hanya dapat dilakukan ketika tidak ada lagi ancaman dan tuntutan yang berlebihan."
Pernyataan ini jelas bertabrakan dengan narasi yang selama ini disampaikan Trump. Dalam berbagai kesempatan, termasuk wawancara terbaru dengan Axios, Trump bersikukuh Iran-lah yang ingin berdamai.
"Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya mengetahui itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berdialog," ucap Trump.
Jadi, siapa yang sebenarnya menginginkan pembicaraan? Klaim dari kedua sisi sama-sama kuat dan saling menyangkal. Yang jelas, pernyataan Araghchi ini semakin mengukuhkan jalan buntu dalam hubungan kedua negara yang sudah lama memanas. Kedua kubu seperti berbicara dalam bahasa yang berbeda, sementara ketegangan di lapangan tetap menganga.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi