Trump Unggah Foto Maduro Dirantai di Kapal Perang AS

- Minggu, 04 Januari 2026 | 01:15 WIB
Trump Unggah Foto Maduro Dirantai di Kapal Perang AS

Sebuah foto yang diunggah Donald Trump di akun Truth Social-nya menghebohkan jagat maya. Foto itu menunjukkan Nicolas Maduro, Presiden Venezuela, dalam kondisi ditahan. Sang pemimpin terlihat mengenakan penutup mata dan borgol, berada di dalam sebuah kapal milik Angkatan Laut AS.

"Nicolas Maduro di atas USS Iwo Jima," tulis mantan Presiden AS itu, Minggu (4/1/2025) waktu setempat. Menurut laporan AFP, foto tersebut diambil hanya beberapa jam setelah operasi penangkapan berlangsung.

Dalam gambar itu, Maduro tampak memakai jaket dan celana olahraga berwarna abu-abu. Yang cukup mencolok, ada penutup telinga peredam suara yang menempel di kepalanya.

Trump kemudian memberikan konfirmasi lebih lanjut. Dalam sebuah percakapan telepon dengan Fox News yang juga diliput CNN, ia menjelaskan bahwa Maduro dan istrinya saat ini sedang berada di atas kapal perang itu.

"Ya, Iwo Jima, mereka berada di atas kapal," ujarnya.

Rencananya, mereka akan dibawa ke New York. "Mereka akan menuju New York. Helikopter membawa mereka keluar, dan mereka pergi dengan helikopter dalam penerbangan yang menyenangkan saya yakin mereka menyukainya."

Namun begitu, nada Trump berubah keras. "Tapi mereka, mereka telah membunuh banyak orang, ingat itu," tambahnya, tanpa merinci lebih jauh.

Menurut pengakuannya, operasi tersebut berjalan relatif mulus. Trump meyakini tidak ada warga AS yang tewas, meski ada sejumlah personel yang terluka saat berusaha mendekati lokasi persembunyian Maduro yang dijaga sangat ketat.

"Saya rasa tidak ada yang tewas, harus saya katakan, karena beberapa orang terkena tembakan. Tetapi mereka kembali dan kondisi mereka cukup baik," jelas Trump.

Ia juga mengakui ada helikopter yang terkena tembakan. Tapi, untungnya, tidak ada pesawat yang jatuh atau hilang.

"Kami tidak kehilangan pesawat. Semuanya kembali. Salah satunya terkena tembakan cukup keras, sebuah helikopter, tetapi kami berhasil mendapatkannya kembali," pungkas Trump menutup penjelasannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar