Kafe di wilayah Kherson, Ukraina Selatan, rata oleh serangan drone. Peristiwa tragis itu menewaskan 24 orang, menurut laporan. Yang menarik, justru Rusia yang menuding Ukraina sebagai dalang di balik serangan mematikan ini.
Kherson sendiri saat ini berada di bawah kendali Rusia. Lewat pernyataan resmi, Moskow menuduh Kyiv telah 'menodai' upaya perdamaian. Sampai berita ini diturunkan, Ukraina memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan apa pun.
Vladimir Saldo, gubernur wilayah Kherson yang ditunjuk Rusia, menyebut 'musuh' menembakkan tiga drone. Sasaran serangan adalah sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam, tepatnya di Khorly. Saat itu, warga sipil tengah berkumpul merayakan Tahun Baru.
"Lebih dari 100 orang ada di hotel itu malam serangan terjadi," ujar Saldo.
Foto-foto yang beredar di Telegram memperlihatkan situasi mengerikan. Sebuah bangunan hancur lebur dilalap api, tinggal puing-puing membara dan mayat-mayat yang hangus terbakar. Komite Investigasi Rusia mengaku telah membuka penyelidikan untuk kasus yang menewaskan lebih dari 20 orang ini. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia masih mengklarifikasi jumlah korban jiwa.
Tuduhan Rusia ini muncul di momen yang genting. Baru saja berlalu berminggu-minggu diplomasi intensif yang bertujuan mendamaikan perang hampir empat tahun ini. Namun begitu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan gamblang mengakui, negaranya masih '10 persen' dari kesepakatan damai yang diharapkan.
Di sisi lain, Moskow tak tinggal diam. Kementerian Luar Negeri mereka mengecam keras serangan ini sebagai 'aksi teroris'. Mereka mendesak organisasi internasional untuk mengutuknya dan memperingatkan Kyiv akan konsekuensi yang bakal diterima. Rusia bahkan menuduh pihak berwenang Ukraina dengan sengaja menggagalkan setiap upaya perdamaian.
Sementara saling tuding terjadi, Zelensky punya cerita lain. Menurutnya, justru Rusia yang membawa peperangan memasuki Tahun Baru. Lebih dari 200 drone diluncurkan Rusia dalam semalam, dengan fasilitas energi sebagai sasaran utama.
Bukan cuma itu. Di wilayah Kharkiv, sebuah taman yang dilengkapi kebun binatang juga diserang. Satu orang terluka. Tapi kerusakannya lebih luas.
Pemilik taman, Oleksandr Feldman, dengan sedih bercerita kepada media Ukraina. Beberapa hewan, termasuk seekor singa, terluka. Burung-burung merpati dan beo mati dalam insiden itu.
Konflik yang berawal dari serangan habis-habisan Rusia di tahun 2022 ini memang telah meninggalkan luka mendalam. Puluhan ribu nyawa melayang, wilayah timur Ukraina porak-poranda, dan jutaan orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka. Dan kini, di awal tahun 2026, damai masih terasa sangat jauh.
Artikel Terkait
Kapolri Marah Besar, Perintahkan Usut Tuntas Dugaan Aniaya Siswa oleh Oknum Brimob
Dewa United Kalahkan Borneo FC 2-1 Berkat Dua Gol Cepat Alex Martins
Lisa BLACKPINK Hangatkan Klub Malam Bali Usai Raih 100 Juta Subscriber
Pemprov DKI Gelar Safari Ramadhan di Jakarta Utara, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Pererat Silaturahmi