Latihan militer China di perairan dekat Taiwan, yang digelar beberapa hari lalu, tak hanya memamerkan kekuatan. Latihan itu juga memantik reaksi keras dari sejumlah negara. Menanggapi kritikan tersebut, Beijing justru balik menuding pihak-pihak yang mengkritik sebagai 'munafik'.
Menurut informasi, latihan yang digelar pada Senin dan Selasa (29-30 Desember) itu melibatkan skala yang cukup besar. China meluncurkan rudal, mengerahkan puluhan jet tempur, serta menggelar kapal perang dan kapal penjaga pantai di sekitar Taiwan. Suasana di perairan itu pun tentu saja mencekam.
Di sisi lain, militer Beijing punya penjelasan sendiri. Mereka menyatakan latihan ini adalah simulasi blokade terhadap pelabuhan utama Taiwan dan serangan terhadap target maritim. Tujuannya jelas: sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai ancaman separatis.
Namun begitu, langkah China ini langsung menuai kecaman. Jepang dan Australia termasuk yang bersuara lantang mengkritik.
Artikel Terkait
Ekspor Sumsel Anjlok 34,61% pada Dua Bulan Pertama 2026
BMKG Prediksi Langit Jakarta Didominasi Cerah Berawan Hari Ini
Pupuk Indonesia Pastikan HET Pupuk Subsidi Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas
DEN: Stok BBM Aman di Atas 20 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik