Trump Desak Ukraina Segera Teken Kesepakatan Damai: Rusia Tak Bisa Ditunggu

- Jumat, 19 Desember 2025 | 13:55 WIB
Trump Desak Ukraina Segera Teken Kesepakatan Damai: Rusia Tak Bisa Ditunggu

Di Ruang Oval Gedung Putih, Kamis lalu, Donald Trump menyampaikan pesannya dengan nada yang mendesak. Presiden AS itu mendorong Ukraina untuk segera bertindak, menyangkut kesepakatan yang bisa mengakhiri perang dengan Rusia. "Mereka hampir mencapai sesuatu," ujarnya, sebelum menekankan harapannya agar Ukraina bergerak cepat. Alasannya sederhana namun tegas: "Karena ada Rusia di sana."

Trump tampaknya khawatir momentum bisa hilang.

"Setiap kali mereka terlalu lama, maka Rusia mengubah pikiran mereka," cetusnya lagi kepada para wartawan. Pernyataannya itu dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Jumat (19/12/2025).

Dorongan untuk segera menyelesaikan perundingan ini bukan hal baru. Sudah lama Trump menginginkan jalan cepat menghentikan pertempuran. Bahkan, tim negosiasinya konon sudah menyiapkan draft rencana perdamaian untuk konflik yang dimulai sejak invasi Rusia tahun 2022 itu.

Menurut seorang pejabat Gedung Putih yang berbicara kepada AFP, pertemuan penting akan segera digelar. Utusan khusus AS, Steve Witkoff, bersama menantu Trump, Jared Kushner, dijadwalkan bertemu negosiator Ukraina Rustem Umerov di Florida akhir pekan ini.

Rencana pertemuan ini sepertinya selaras dengan agenda Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Sebelumnya, Zelensky menyebut bahwa para pejabatnya akan bertemu dengan perwakilan AS pada hari Jumat dan Sabtu waktu setempat.

Namun begitu, ceritanya tak berhenti di situ. Pertemuan di Miami nanti disebutkan juga akan melibatkan pihak Rusia. Witkoff dan Kushner rencananya akan bertemu secara terpisah dengan delegasi dari Moskow. Kabarnya, utusan ekonomi Putin, Kirill Dmitriev, akan ikut serta dalam pertemuan tersebut. Media Politico juga melaporkan hal yang sama.

Jadi, semua mata kini tertuju ke Florida. Akankah pembicaraan ini membawa angin segar, atau justru berakhir seperti percakapan-percakapan sebelumnya yang mentok? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler