Lantas, apa yang mendorong aksi brutal ini? Menurut AKBP Abdul Rahim dari Kasubdit Jatanras, semuanya berawal dari niat tersangka berinisial C, atau yang biasa dipanggil Ken. Ia ingin memindahkan sejumlah uang dari rekening dormant ke rekening penampungan. Masalahnya, untuk melakukan itu, ia butuh persetujuan seorang kepala cabang bank.
Mereka pun berusaha mencari kacab yang bisa diajak kerja sama. Namun, upaya itu gagal total. Selama sebulan penuh, tidak satu pun kepala cabang yang mau terlibat. Frustrasi, mereka kemudian beralih ke rencana jahat: menculik. Korban dipilih berdasarkan data kartu nama yang sudah mereka dapatkan sebelumnya.
"Korban ini adalah acak, yang mana acaknya berawal dari tim K ini sebar mencari kacab yang bisa didekati. Namun, tidak bisa didekati, tapi sudah dapat datanya. Atas data tersebutlah yang diberikan kepada DH," jelas Abdul Rahim, merinci alur kejadian yang dingin dan terencana itu.
Kini, setelah penyidikan berakhir, bola berada di pengadilan. Keluarga korban dan masyarakat menunggu keadilan ditegakkan untuk kasus yang mengagetkan banyak orang ini.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka