Lalu, bagaimana modus mereka bekerja? Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu, membeberkan rincian peran para pelaku. Ada wanita berinisial NS yang jadi otak pelaksana aborsi.
"Saudari NS ini berperan sebagai eksekutor. Dia bertingkah seolah-olah dokter obgyn yang paham betul prosesnya," kata Edy.
Namun begitu, NS tidak bekerja sendirian. Dia dibantu oleh RH yang bertugas mendampingi selama proses berlangsung. Sementara itu, tersangka lain berinisial M punya peran layaknya sopir dan customer service.
"M ini yang menjemput dan mengantar pasien, dari awal sampai selesai tindakan," tuturnya.
Di sisi lain, operasi ini butuh tempat dan promosi. Pria bernama LN lah yang menyewa apartemen tersebut. Sedangkan YH mengelola website yang jadi sarana promosi utama klinik ilegal ini. Melalui situs itulah calon pasien mereka dapat dijaring.
Yang menarik, dua orang pasien, KWM dan R, juga ikut ditetapkan sebagai tersangka. Saat penggerebekan terjadi, keduanya sedang berada di dalam kamar 28A lantai 28 apartemen itu. Posisi mereka kini ikut diperiksa secara hukum.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka