Kini, di fase rekonstruksi, fokusnya bergeser. Analisis data satelit lebih intensif dilakukan dari control room mereka. Menurut Arif, koordinasi dengan Kementerian Kehutanan juga sudah dilakukan, terutama untuk memenuhi kebutuhan data citra yang krusial bagi pemulihan lingkungan jangka panjang.
Di sisi lain, upaya BRIN tidak hanya sebatas teknologi tinggi. Hal-hal yang bersifat mendasar dan langsung dibutuhkan korban juga diperhatikan. Mereka sudah mengirimkan unit pengolahan air yang punya kemampuan cukup luar biasa.
"Alhamdulillah kami sudah mengirimkan air minum, air siap minum yang itu bisa mengolah air banjir, air lumpur untuk menjadi air siap minum," kata Arif.
Kapasitasnya pun ditingkatkan. Awalnya 10 ribu liter per hari, kini sedang disiapkan untuk 20 ribu liter. Bahkan, ada kesiapan untuk mengolah air bersih hingga 100 ribu liter. Harapannya jelas: dukungan teknis dan praktis ini bisa mempercepat pemulihan dan meringankan beban warga.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Rapat Maraton, Bahas Korupsi hingga Davos
Api Abadi Mrapen Padam, Api yang Konon Tak Pernah Redup Akhirnya Mati
Roy Suryo dan Dua Tokoh Lain Ajukan Gugatan ke MK untuk Revisi Pasal Karet KUHP dan UU ITE
Brimob Gagalkan Tawuran Remaja di Kramat Jati, Enam Diamankan