Eskalasi bahkan terjadi secara nyata di lapangan. Awal bulan ini, pesawat militer China dikabarkan mengunci radar ke jet tempur Jepang. Insiden itu membuat pemerintah Jepang memanggil duta besar China untuk meminta penjelasan. Situasinya memang pelik.
Di sisi lain, posisi China tentang Taiwan jelas dan tak berubah: mereka menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya yang tak terpisahkan. Beijing tidak ragu menyatakan akan menggunakan kekuatan jika diperlukan. Karena itu, komentar dari pejabat Jepang itu dianggap sebagai provokasi.
Akibatnya, pemerintah China sempat mengeluarkan imbauan agar warganya mempertimbangkan kembali rencana bepergian ke Jepang. Tampaknya imbauan itu berdampak. Data resmi yang dirilis Rabu kemarin menunjukkan penurunan jumlah pengunjung, sebuah sinyal bahwa ketegangan diplomatik ini punya konsekuensi ekonomi yang langsung terasa.
Jadi, di balik kata-kata terbuka untuk dialog, jalan untuk merajut kembali hubungan yang rusak masih terlihat panjang dan berliku.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Gaza Diterjang Bom, Anggota DPR Soroti Pelanggaran Israel
Pencarian 9 Hari di Bandung Barat: 74 Korban Longsor Ditemukan, 6 Masih Hilang
Liam dan Ayahnya Bebas dari Penahanan Imigrasi Setelah Perintah Hakim
Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Bisa Picu Perang Regional