"Korbannya itu ada bayi, balita, masyarakat hingga siswa SD SMP dan SMA. Setelah dapat laporan, kami langsung ke lokasi," beber Rabodding.
Polisi masih melakukan pendataan lengkap. Sementara itu, perhatian diarahkan pada menu yang disajikan saat itu: nasi, telur, tahu, dan acar. Dugaan awal, olahan telur diduga menjadi pemicu keracunan massal ini.
"Dugaan awalnya itu mengarah ke telur," kata Rabodding.
Namun begitu, ia menegaskan bahwa sampel makanan telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Semua pihak kini menunggu hasil resmi dari uji lab tersebut untuk memastikan penyebab pastinya.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka