Kerja sama dengan aparat setempat seperti lurah juga dibutuhkan. Tujuannya, membangun forum pertemuan di tingkat desa. Di sana, penyuluhan tentang gizi dan detail program MBG bisa disampaikan lebih gamblang kepada warga.
Di sisi lain, Nanik tak pelit memberi pujian. Ia mengapresiasi sejumlah cara kreatif yang sudah dilakukan di lapangan untuk menarik minat anak. Ada pengantar makanan yang mengenakan kostum tokoh komik kesayangan, misalnya power rangers. Trik lainnya, mereka membawakan jajanan sehat atau hadiah kecil sebagai bonus.
"Bilang ke siswa, besok saya akan bawa power rangers ke sini lagi, kalau pada mau makan sayur," cerita Nanik menirukan juru antar.
"Besok tak bawakan jajan, sekali-sekali bawakan burger atau apa, gitu. Tetapi dengan catatan makan sayur."
Kreativitas saja ternyata belum cukup. Nanik menekankan, kemampuan public speaking juga krusial. Kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi perlu terlatih bicara di depan umum entah di forum kecil sekolah, pertemuan PKK, atau rapat kelurahan. Kemampuan komunikasi yang baik ini penting agar penjelasan tentang program MBG bisa diterima masyarakat dengan mudah dan tanpa kesalahpahaman.
Artikel Terkait
Pencarian Intensif di Kali Bekasi untuk Pria yang Tercebur Saat Tebang Pohon
Pekerja Renovasi Jembatan Rumpin Hilang Tercebur ke Sungai Cisadane
Israel Ancam Hentikan Operasi MSF di Gaza Soal Daftar Staf
Sambutan Hangat di Abu Dhabi, Megawati Ditanya: Lebih Sayang Anak atau Cucu?