InJourney Cetak Skor Hampir Sempurna dalam Keterbukaan Informasi

- Selasa, 16 Desember 2025 | 13:05 WIB
InJourney Cetak Skor Hampir Sempurna dalam Keterbukaan Informasi

Nilai keterbukaan informasi publik tertinggi tahun ini kembali diraih oleh InJourney. BUMN yang bernama lengkap PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) itu mencetak skor hampir sempurna, 98.81, yang menempatkannya di posisi empat besar kategori informatif. Sebuah lompatan yang cukup signifikan.

Bayangkan, di awal berdiri pada 2022, skor mereka hanya 17.68 dan masuk kategori tidak informatif. Namun, grafiknya terus melesat. Setahun berikutnya, angka itu melonjak drastis ke 91.11, dan untuk pertama kalinya berhasil menembus ambang batas kategori informatif. Pencapaian tahun ini, yang naik dari skor 94.87 di 2024, jelas bukanlah suatu kebetulan.

Menurut Direktur Utama InJourney, Maya Watono, prestasi ini adalah buah kerja keras.

"Pencapaian ini bukti nyata bahwa InJourney tidak hanya fokus pada bisnis, tapi juga pada tata kelola yang baik. Keterbukaan informasi publik adalah bagian dari visi kami untuk menjadi BUMN yang lebih transparan dan akuntabel. Semua ini berkat dedikasi tim yang memastikan informasi dapat diakses publik dengan mudah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Di balik angka-angka itu, ada sederet upaya konkret. Langkah utama tentu saja pengelolaan melalui Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID). Lewat PPID, masyarakat bisa mengakses informasi via berbagai kanal: website resmi, portal permohonan informasi, hingga media sosial. Semua data kegiatan, produk, dan layanan perusahaan di-update secara teratur.

Namun begitu, tantangannya tidak kecil. Dengan enam anak perusahaan yang bergerak di aviasi dan pariwisata, membangun sistem informasi yang terintegrasi dan transparan itu kompleks. Mereka harus memastikan konsistensi di semua lini.

Sebagai perusahaan yang berorientasi pada pelayanan, akses informasi yang mudah, cepat, dan akurat adalah fondasi untuk membangun kepercayaan. Itulah mengapa inovasi terus digenjot. Salah satunya adalah pengoperasian command center yang memantau percakapan publik secara real-time.

Inovasi ini, menurut mereka, mampu memangkas waktu respons dan menyajikan informasi yang lebih cepat dan konsisten. Masukan dari masyarakat pun bisa langsung ditindaklanjuti untuk perbaikan layanan.

Direktur SDM & Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan komitmen ini.

"Transparansi adalah kunci membangun kepercayaan publik. Upaya kami bagian dari penguatan tata kelola. Kami akan terus berinovasi dan mengedepankan digitalisasi agar informasi yang disediakan selalu terkini dan mudah diakses semua pemangku kepentingan," paparnya.

Tak cuma urusan internal, InJourney juga aktif menyelenggarakan program edukasi ke masyarakat. Berbagai workshop dan forum digelar untuk meningkatkan pemahaman tentang hak atas informasi. Ada juga inisiatif unggulan seperti "InJourney Peduli Literasi" yang mendorong minat baca dan melibatkan komunitas serta sekolah.

Intinya, semua upaya ini bermuara pada satu tujuan: menjadikan transparansi sebagai budaya. Bukan sekadar untuk memenuhi penilaian, tetapi sebagai dasar untuk memperkuat perusahaan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap langkah mereka.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler