Nilai keterbukaan informasi publik tertinggi tahun ini kembali diraih oleh InJourney. BUMN yang bernama lengkap PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) itu mencetak skor hampir sempurna, 98.81, yang menempatkannya di posisi empat besar kategori informatif. Sebuah lompatan yang cukup signifikan.
Bayangkan, di awal berdiri pada 2022, skor mereka hanya 17.68 dan masuk kategori tidak informatif. Namun, grafiknya terus melesat. Setahun berikutnya, angka itu melonjak drastis ke 91.11, dan untuk pertama kalinya berhasil menembus ambang batas kategori informatif. Pencapaian tahun ini, yang naik dari skor 94.87 di 2024, jelas bukanlah suatu kebetulan.
Menurut Direktur Utama InJourney, Maya Watono, prestasi ini adalah buah kerja keras.
Di balik angka-angka itu, ada sederet upaya konkret. Langkah utama tentu saja pengelolaan melalui Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID). Lewat PPID, masyarakat bisa mengakses informasi via berbagai kanal: website resmi, portal permohonan informasi, hingga media sosial. Semua data kegiatan, produk, dan layanan perusahaan di-update secara teratur.
Namun begitu, tantangannya tidak kecil. Dengan enam anak perusahaan yang bergerak di aviasi dan pariwisata, membangun sistem informasi yang terintegrasi dan transparan itu kompleks. Mereka harus memastikan konsistensi di semua lini.
Artikel Terkait
Kaesang Menangis di Hadapan Kader, Berjanji Besarkan PSI
Iran Tegas: Siap Bicara dengan AS, Asal Tak Ada Ancaman di Balik Meja
PDIP Anggap Pengunduran Diri Pejabat OJK Sebagai Keteladanan Moral
PDIP Desak Pemerintah Kembalikan TKD, Daerah Rawan Bencana Butuh Daya