Sebagai perusahaan yang berorientasi pada pelayanan, akses informasi yang mudah, cepat, dan akurat adalah fondasi untuk membangun kepercayaan. Itulah mengapa inovasi terus digenjot. Salah satunya adalah pengoperasian command center yang memantau percakapan publik secara real-time.
Inovasi ini, menurut mereka, mampu memangkas waktu respons dan menyajikan informasi yang lebih cepat dan konsisten. Masukan dari masyarakat pun bisa langsung ditindaklanjuti untuk perbaikan layanan.
Direktur SDM & Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan komitmen ini.
Tak cuma urusan internal, InJourney juga aktif menyelenggarakan program edukasi ke masyarakat. Berbagai workshop dan forum digelar untuk meningkatkan pemahaman tentang hak atas informasi. Ada juga inisiatif unggulan seperti "InJourney Peduli Literasi" yang mendorong minat baca dan melibatkan komunitas serta sekolah.
Intinya, semua upaya ini bermuara pada satu tujuan: menjadikan transparansi sebagai budaya. Bukan sekadar untuk memenuhi penilaian, tetapi sebagai dasar untuk memperkuat perusahaan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap langkah mereka.
Artikel Terkait
Kedubes AS di Kopenhagen Picu Kemarahan Usai Copot Bendera Peringatan Tentara Denmark
Muzani: NU Telah Menjadi Tulang Punggung Bangsa Sebelum Indonesia Lahir
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi, Sjafrie Singgung Kebocoran Rp 5.777 Triliun
Penyidik Riau Gali Ruh Hukum Baru dalam Forum Kolaboratif