Polri kembali bersiap untuk mengawal momen libur Natal dan Tahun Baru. Kali ini, melalui Operasi Lilin 2025, mereka menjamin layanan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian atau beribadah. Untuk itu, sejumlah pos pengamanan dan pelayanan bakal disiagakan di berbagai titik strategis.
Rencana ini diungkapkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam sebuah rapat koordinasi lintas sektoral di STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Senin lalu, Sigit memaparkan kesiapan jajarannya. Operasi yang direncanakan berlangsung cukup panjang, yakni 14 hari dari 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Lalu, apa saja yang akan diamankan? Cakupannya luas. Ada 44.436 titik objek yang masuk dalam daftar pengamanan. Mulai dari gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata dan lokasi perayaan. Intensitas patroli di area wisata, kata Sigit, juga akan ditingkatkan.
Di sisi lain, pelayanan kepada pengguna jalan tak ketinggalan. Polri menyiapkan 763 pos pelayanan atau posyan yang berfungsi sebagai tempat istirahat sementara bagi para pengendara. Pos-pos ini biasanya berdiri di jalur-jalur arteri dan dilengkapi dengan layanan kesehatan dasar.
Namun begitu, yang paling krusial adalah pos terpadu.
"Kemudian yang paling penting adalah ada 333 pos terpadu yang tadi sepintas disampaikan oleh Bapak Menko PMK, ini adalah tempat pusat komando dan kendali operasi yang melibatkan seluruh stakeholder terkait," jelas Kapolri.
Tak hanya berhenti di situ. Pengamanan juga akan difokuskan pada transportasi umum dan jalur mudik yang ramai dilintasi. Personel Polri di lapangan nantinya bakal berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Harapannya, sinergi ini bisa menciptakan pengamanan yang lebih solid dan responsif.
"Tentunya kita harapkan untuk stakeholder terkait yang sudah tercatat ini betul-betul bisa maksimal saling mengisi," ujar Sigit. Ia menambahkan, koordinasi yang intens dan pembelajaran dari pengalaman tahun lalu, plus memperhitungkan ramalan cuaca dari BMKG, menjadi kunci untuk memberikan pelayanan ekstra selama Nataru nanti.
Operasi besar-besaran ini tentu melibatkan banyak pihak. Secara total, ada 146.701 personel gabungan yang akan diterjunkan. Rinciannya, 77.637 dari Polri, 13.775 dari TNI, dan sisanya sebanyak 55.289 berasal dari berbagai elemen seperti Pol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, PLN, hingga kementerian terkait. Angka yang tidak main-main untuk memastikan perjalanan dan perayaan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi