Bundaran HI yang biasanya ramai oleh deru mobil, pagi ini justru dipenuhi langkah kaki dan canda tawa. Car Free Day memang selalu jadi magnet. Tapi bagi Rusli (72) dan istrinya, Aan (70), Minggu ini punya tujuan spesial: mereka datang untuk mengantre Kartu Layanan Gratis.
“Saya enggak gitu paham, yang ngerti suami saya,” aku Aan sambil tersenyum.
“Dia yang bilang, ‘yuk bikin’. Ini juga dadakan.”
Rusli lah yang punya ide. Meski sudah sepuh, semangatnya tak kalah dengan anak muda. Dia mengajak sang istri mendaftar KLG agar bisa naik transportasi umum tanpa bayar. Antreannya panjang sih, tapi mereka terlihat antusias menunggu.
Sebenarnya, pasangan ini jarang naik bus atau MRT. Tapi mereka sadar, kartu itu bisa sangat membantu. “Kadang-kadang kalau butuh naik busway, MRT, LRT. Kalau ada kartu ini kan lumayan, nggak keluar ongkos,” tutur Aan. Hematnya ongkos, meski cuma sesekali, tetap berarti bagi mereka.
Prosesnya sendiri ternyata tak serumit yang dibayangkan. Menurut Aan, semuanya berjalan cepat dan mudah.
“Daftar saja, bilang ke mbaknya mau daftar. Bawa KTP, sama foto,” jelasnya.
“Nanti dijelasin alurnya kemana saja, ambil nomor antrean, terus tinggal dipanggil.” Kartunya pun bisa langsung dibawa pulang hari itu juga.
Layanan pendaftaran di CFD ini memang khusus untuk pendatang baru dari kalangan lansia dan penyandang disabilitas. Syaratnya, usia minimal 60 tahun. Dengan kartu hijau itu, mereka berhak naik Transjakarta, MRT, dan LRT secara gratis.
Ini bukan sekadar program subsidi. Lebih dari itu, upaya ini adalah bentuk komitmen untuk membuat transportasi publik di Jakarta benar-benar bisa diakses semua orang. Inklusif, dan ramah bagi mereka yang mungkin sering terlupakan.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi