Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan sopir mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terlibat insiden di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, adalah pegawai resmi. Orang itu tercatat sebagai karyawan di SPPG Walangsari.
“Iya, termasuk (pegawai SPPG), masuk,” ujar Dadan saat meninjau korban di RSUD Koja, Jakarta Utara, Kamis kemarin.
Dia mengungkapkan sopir berinisial AI itu sedang menggantikan rekan tetapnya yang sakit. Jadi, hari itu tugas mengantar menu MBG ke sekolah dipegang olehnya.
“Sebenarnya dia pernah juga menangani rute ini beberapa waktu lalu, saat sopir reguler berhalangan. Minggu ini baru kedua kalinya. Kemarin lancar, nah hari ini kami masih selidiki apa yang sebenarnya terjadi,” jelas Dadan.
Perintah untuk menggantikan datang langsung dari Kepala SPPG Walangsari. Menurut pengecekan, AI juga memiliki Surat Izin Mengemudi yang masih berlaku.
“Setelah kami cek, alhamdulillah SIM-nya ada. Kemungkinan, faktor pengalaman yang kurang,” tambahnya.
Sementara itu, penyebab insiden masih digali lebih dalam. Dari informasi yang beredar, biasanya mobil MBG datang lebih dulu sebelum para siswa tiba di sekolah.
“Biasanya mobil sudah parkir di depan sebelum anak-anak berbaris. Jalan di lokasi itu agak menanjak. Dugaan sementara, sopir panik saat pindah gigi dari dua ke satu, sehingga salah menginjak pedal gas,” ungkap Dadan memaparkan skenario yang mungkin terjadi.
Akibat kejadian itu, korban mencapai 20 orang. Sopir sendiri mengaku salah injak pedal, yang membuat kendaraannya melaju dan menabrak belasan siswa serta seorang guru.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi