Banjir Rendam Bireuen, Dapur Umum dan Bantuan PLN Jadi Penopang Warga

- Selasa, 09 Desember 2025 | 15:35 WIB
Banjir Rendam Bireuen, Dapur Umum dan Bantuan PLN Jadi Penopang Warga

Suasana di halaman masjid itu ramai sekali. Warga dan relawan sibuk beraktivitas di dapur umum, mengepul asap dan aroma masakan. Di balik tawa yang terdengar lirih, terasa sekali keletihan mereka. Beginilah gambaran warga Desa Blang Panjoe, Kabupaten Bireuen, Aceh, saling menguatkan setelah banjir merendam rumah-rumah mereka.

Namun begitu, dari titik inilah semangat itu pelan-pelan bangkit. Di tengah keriuhan, sorot mata Deva, seorang warga, berkaca-kaca saat melihat bantuan logistik akhirnya tiba. Bantuan dari PT PLN melalui Kementerian ESDM itu, baginya, laksana uluran tangan di saat yang paling tepat.

“Terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak terkait seperti PLN, Bapak Menteri ESDM, Pak Bahlil. Terima kasih karena sudah kasih bantuan ke kami sebegini rupa,”

katanya, Selasa (9/12) lalu.

Tak jauh dari sana, Murdiana, seorang ibu rumah tangga, hanya bisa menatap penuh syukur pada tumpukan bantuan. Baginya, di masa sulit begini, urusan perut adalah yang paling utama.

“Kalau ada rezeki, semoga bantuannya bisa diperpanjang lagi. Sebab, kami sangat membutuhkan,”

ungkapnya.

Melihat solidaritas yang datang dari pusat, Bupati Bireuen Mukhlis mengaku lega. Menurutnya, bantuan ini ibarat energi baru untuk warga yang sedang berjuang bangkit. Bantuan yang dimaksud berupa 700 kilogram beras, 700 kg gula, dan 1.400 liter minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Ini merupakan kebahagiaan besar bagi kami, masyarakat Bireuen. Dengan kehadiran Bapak membawa berkah yang luar biasa,”

ujar Mukhlis.

Ia juga menambahkan, selain logistik, warga sangat menantikan pemulihan listrik. Itu adalah denyut nadi kehidupan sehari-hari mereka.

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan seluruh sektor, termasuk PLN, harus bergerak serentak menangani pascabencana. Ia memastikan penyaluran bantuan dan operasi dapur umum berjalan optimal.

“Perintah Bapak Presiden adalah kita tidak boleh menyerah. Semua kekuatan nasional kita harus diturunkan. Itu menyangkut dengan BBM dan listrik, menyangkut dengan apa yang hari ini saya lihat di dapur umum,”

tegas Bahlil.

Soal pemulihan listrik, upaya percepatan terus digenjot. Tantangannya tidak mudah. Medan yang lumpuh total menghambat akses.

“Kita harus memperbaikinya dengan cepat. Problemnya adalah infrastruktur untuk kita bangun tower darurat itu tidak bisa lewat jalan darat, harus lewat helikopter. Karena jalan untuk masuk ke sini memang betul-betul lumpuh ini. Tapi, Alhamdulillah sudah ada solusi,”

jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan seluruh lini perusahaannya bekerja tanpa jeda. Tujuannya dua: memulihkan listrik dan menyalurkan bantuan sosial.

“PLN akan terus mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terlayani, termasuk kebutuhan sosial. Untuk mempercepat pemulihan kelistrikan, kami tugaskan personel untuk bekerja nonstop. Semoga upaya bersama ini dapat meringankan beban warga dan mempercepat pemulihan di Kabupaten Bireuen,”

ucap Darmawan.

Bantuan yang disalurkan melalui program TJSL dan YBM PLN cukup beragam. Mulai dari beras, minyak, gula, mie instan, telur, sampai perlengkapan bayi, selimut, dan obat-obatan. Mereka juga mendirikan dapur umum di 11 lokasi tersebar di Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, dan Bener Meriah. Empat di antaranya hasil kolaborasi dengan Kodam Iskandar Muda.

Kerja sama seperti inilah, kata Darmawan, kunci percepatan pemulihan. Dengan kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan TNI, bantuan diharapkan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler