Gempa kuat dengan magnitudo 7,6 mengguncang pantai utara Jepang pada Senin malam. Guncangannya terasa hingga ke Sapporo, memicu kekhawatiran serius. Namun begitu, peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan akhirnya dicabut oleh otoritas setempat pada Selasa dini hari.
Menurut laporan Kyodo, pencabutan itu dilakukan setelah beberapa gelombang kecil tercatat. Badan Meteorologi Jepang mencatat gelombang setinggi 70 sentimeter sebelum akhirnya memberi lampu hijau.
Gempa itu sendiri terjadi pukul 23.40 waktu setempat. Hanya dalam hitungan menit, gelombang pertama yang tingginya 40 centimeter menghantam pelabuhan di Misawa, wilayah Aomori. Tak lama berselang, gelombang serupa mencapai Urakawa di Hokkaido.
"Kedua gelombang berukuran 40 sentimeter (16 inci)," jelas Badan Meteorologi Jepang.
Di sisi lain, media lokal sudah melaporkan adanya korban luka-luka. Siaran NHK menyiarkan rekaman langsung yang memperlihatkan pecahan kaca berserakan di jalanan kota Hachinohe, Aomori.
Menurut sejumlah saksi, guncangannya cukup kuat. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan goncangan horizontal yang berlangsung sekitar 30 detik. "Saya sama sekali tidak bisa berdiri tegak saat itu terjadi," ujarnya.
Survei Geologi AS (USGS) mencatat episentrum gempa berada di lepas pantai Misawa, pada kedalaman 53 kilometer. Catatan mereka sedikit berbeda, yakni magnitudo 7.6 yang terjadi pukul 14.15 GMT.
Sementara itu, dari Indonesia, BMKG juga melaporkan kejadian ini. Badan tersebut memutakhirkan kekuatan gempa menjadi M 7,3. Alarm darurat sempat berbunyi di ponsel warga, sebuah langkah pencegahan yang sudah jadi rutinitas di negara rawan bencana seperti Jepang.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi