Masjid yang Bertahan, Kampung yang Lenyap dalam Sekejap

- Minggu, 07 Desember 2025 | 05:30 WIB
Masjid yang Bertahan, Kampung yang Lenyap dalam Sekejap

Hampir tak ada yang tersisa. Pekan lalu, banjir bandang yang ganas menyapu Desa Sekumur di Aceh Tamiang. Yang tertinggal hanyalah sebuah masjid, berdiri sendirian di tengah hamparan puing dan tumpukan kayu beraneka ukuran. Sebuah pemandangan yang sukar dipercaya.

Menurut sejumlah saksi, air saat itu begitu tinggi, hampir menyentuh atap masjid. Beberapa warga bahkan terpaksa bertahan di atas gundukan kayu, dengan ketinggian yang nyaris setara dengan tempat ibadah itu. Di sekelilingnya, kosong melompong. Tak terlihat lagi bangunan rumah atau tanda-tanda kehidupan lainnya. Desa itu seolah lenyap ditelan bumi.

Seorang warga, Hendra, menggambarkan betapa cepatnya bencana itu terjadi.

"Rumah warga hilang terbawa banjir dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 7 hingga 10 meter, Desa Sekumur lenyap dalam sekejap, hanya tersisa masjid," ujarnya pada Sabtu (6/12).

Dia menyebut, sekitar 280 rumah hangus diterjang air. Saat ini, para korban sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun begitu, kondisi mereka memprihatinkan dan bantuan sangat mendesak untuk segera datang.

Dari pihak pemerintah, kabar hilangnya Sekumur pun sudah sampai. Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, mengaku mendapat laporan tersebut.

"Menurut informasi dari pimpinan seperti itu (Sekumur hilang)," kata Devi, menegaskan bahwa untuk sementara ini, baru satu desa yang dilaporkan mengalami nasib serupa.

Suasana muram masih menyelimuti lokasi. Masjid itu tetap berdiri, saksi bisu sebuah kampung yang hilang dalam sekejap mata.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler