Regulasi untuk melindungi warga, sebenarnya, sudah ada. Persoalannya kini terletak pada konsistensi. “Yang harus ada adalah kehadiran negara yang konsisten untuk mewujudkan keadilan bagi setiap warga negara,” ujarnya.
Karena itu, ajakannya jelas. Rerie mengajak seluruh elemen, baik masyarakat maupun negara, untuk turun tangan sesuai kapasitas masing-masing. Tujuannya satu: bersama-sama menghapuskan kekerasan dari negeri ini.
Bayangkan saja. Lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, akan tercipta bila semua bergerak. Dan itu adalah hak setiap warga, tak terkecuali perempuan.
“Bila perempuan aman dan terlindungi,” pungkas Rerie, “akan menghadirkan perempuan kuat yang aktif membangun dan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh di masa datang.”
Pesan terakhirnya itu sederhana, namun punya gaung yang dalam. Melindungi perempuan hari ini, pada dasarnya, adalah investasi untuk ketangguhan bangsa di masa depan.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka