Trump Desak Israel Jaga Stabilitas Suriah Pasca-Serangan Mematikan

- Selasa, 02 Desember 2025 | 04:20 WIB
Trump Desak Israel Jaga Stabilitas Suriah Pasca-Serangan Mematikan

Presiden AS Donald Trump punya pesan tegas buat Israel. Ia memperingatkan agar negara itu tidak mengganggu stabilitas Suriah yang sedang berusaha bangkit. Peringatan ini muncul beberapa hari setelah operasi pasukan Israel di selatan Suriah yang disebut-sebut mematikan.

Lewat unggahan di Truth Social, Trump menekankan pentingnya komunikasi yang jujur antara kedua negara.

"Sangat penting bagi Israel untuk mempertahankan dialog yang kuat dan jujur dengan Suriah, dan tidak ada yang terjadi yang akan mengganggu evolusi Suriah menjadi negara yang makmur,"

Begitu tulisnya, seperti dilaporkan AFP, Selasa lalu.

Trump tampaknya punya keyakinan penuh pada kepemimpinan baru di Damaskus. Ia mengaku sangat puas dengan kinerja Suriah di bawah Ahmed al-Sharaa. Pemimpin itu bahkan sempat melakukan kunjungan bersejarah ke Gedung Putih pada November lalu. Sejak koalisi pimpinan Sharaa menggulingkan Bashar al-Assad setahun yang lalu, Trump memang gencar mendorong pakta keamanan antara Israel dan Suriah.

Namun begitu, situasi di lapangan jauh dari kata mulus. Ketegangan justru memanas belakangan ini, menyusul ratusan serangan Israel ke wilayah Suriah. Yang terbaru dan paling mematikan, sebuah operasi di selatan Suriah menewaskan 13 orang. Israel beralasan mereka menargetkan sebuah kelompok tertentu.

Di tengah situasi runyam itu, Trump tetap optimis. Ia memuji Sharaa yang disebutnya bekerja keras untuk memastikan hal-hal baik terjadi.

"Suriah dan Israel akan memiliki hubungan yang langgeng dan sejahtera bersama,"

katanya meyakinkan.

Dukungan Amerika Serikat juga tak tanggung-tanggung. Trump menegaskan negaranya bakal melakukan segala daya upaya agar Pemerintah Suriah tetap pada jalurnya: membangun kembali negara yang sudah porak-poranda akibat perang. Menurutnya, hubungan baik antara Suriah dan Israel bukan cuma urusan dua negara. Itu adalah kunci untuk memperkuat upaya perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah, terutama setelah gencatan senjata Gaza yang rapuh pada Oktober lalu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler