APUDSI Pacu Geliat Ekonomi Desa di Papua Barat Daya

- Senin, 24 November 2025 | 12:35 WIB
APUDSI Pacu Geliat Ekonomi Desa di Papua Barat Daya
APUDSI Papua Barat Daya

Di Papua Barat Daya, geliat usaha desa mulai mendapatkan wadah yang solid. Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) untuk wilayah ini gencar melakukan konsolidasi, menjangkau enam kota dan kabupaten. Dukungan dari pemerintah daerah pun mengalir deras, sebuah sinyal positif untuk membuka akses yang selama ini dinanti: permodalan, pemasaran, dan yang tak kalah penting, pendampingan.

Wilayah yang dimaksud mencakup Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Tambrauw, Maybrat, dan Sorong Selatan. Bagi para pelaku usaha di daerah-daerah ini, kehadiran APUDSI bagai angin segar. Mereka berharap asosiasi ini bisa membuka lebih banyak peluang bisnis dan menjalin kerja sama, tidak hanya antar-desa di dalam provinsi, tapi juga menjangkau wilayah lain bahkan hingga ke luar negeri.

Ruslan Rasid, sang Koordinator APUDSI Papua Barat Daya, mengonfirmasi dukungan penuh dari para pemimpin daerah. Baik wali kota maupun bupati, semuanya memberikan rekomendasi langsung untuk pembentukan Majelis Kesejahteraan Daerah (MKD) di keenam wilayah tersebut.

"Dukungan Pemerintah setempat menjadi sinyal yang baik bagi APUDSI di Papua Barat Daya, sehingga tidak ada hambatan yang berarti dalam proses pembentukan pengurus di wilayah ini yang sudah mencapai 100%," ungkap Ruslan dalam keterangan tertulisnya pada Senin (24/11/2025).

Potensi wilayah ini sebenarnya sangat menjanjikan. Mulai dari kekayaan laut, aneka sumber daya alam, hingga sektor pariwisata yang diusung oleh Raja Ampat yang sudah mendunia. Namun begitu, Ruslan menekankan bahwa potensi besar ini perlu diimbangi dengan kemampuan pengelolaan. Di sinilah peran pendampingan, khususnya dalam hal manajemen dan strategi pemasaran, menjadi kunci.

"Kehadiran APUDSI di Papua Barat Daya diharapkan bisa mendorong Pembangunan desa dan melakukan pendampingan secara berkala terhadap para pelaku usaha desa untuk membuka akses permodalan, pemasaran dan pengelolaan produk," tambahnya.

Di sisi lain, antusiasme ini juga disambut gembira dari tingkat pusat. Maulidan Isbar, selaku Ketua Umum MKN, tak menyangka semangat para pelaku usaha desa di Papua Barat Daya begitu tinggi untuk bergabung.

"Harapan besar para pelaku usaha desa di wilayah timur Indonesia, Khususnya Papua Barat Daya menjadi perhatian bagi kami di Pusat agar bisa memfasilitasi para pengusaha desa untuk naik kelas sehingga diharapkan para pelaku usaha desa di sana bisa berdaya, Sejahtera dan bermanfaat," ungkapnya.

Jadi, semuanya sudah bergerak. Dukungan ada, niat menggebu. Tinggal menunggu aksi nyata untuk mengolah potensi yang tersebar dari Sorong hingga Raja Ampat itu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar