Kekhawatiran terbesar Purbaya adalah uang rakyat tidak sampai ke tujuan yang seharusnya hanya karena perdebatan birokrasi yang tidak produktif. Hal ini dapat menghambat pembangunan dan mengurangi dampak positif anggaran bagi kemakmuran rakyat.
Perintah Tegas: Cek dan Double Cek Anggaran
Alih-alih berdebat, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan perintah tegas kepada seluruh aparat, baik di pusat maupun daerah, untuk menerapkan prinsip kehati-hatian ekstrem. Ia meminta agar setiap tahapan pengelolaan anggaran dilakukan dengan validasi internal yang ketat sebelum menyalahkan data dari pusat.
"Saya minta teman-teman semua juga ke depan melakukan hal yang sama. Cek double cek. Cek dan double cek," pesan Menkeu Purbaya dalam pidatonya. Instruksi ini bertujuan memastikan bahwa setiap rupiah dikelola dengan akuntabel.
Tujuan Akhir: Kemakmuran Masyarakat
Pada akhirnya, Purbaya menegaskan bahwa tujuan utama pengelolaan anggaran adalah untuk kemakmuran masyarakat. Perdebatan data tidak boleh mengaburkan tujuan mulia ini. Ia menutup dengan pesan kunci, "Pastikan uang dibelanjakan tepat waktu, tepat sasaran, dan pastikan setiap rupiah yang kita berikan atau kita alokasikan untuk anggaran digunakan secara semaksimal mungkin untuk kemakmuran masyarakat."
Artikel Terkait
Pernyataan Prabowo Soal Israel Viral, Ternyata Ada Syarat yang Terpotong
Gelombang Mundur di OJK dan BEI, Isu Free Float Diduga Jadi Pemicu
Kaesang Menangis di Panggung Rakernas, Janjikan PSI Akan Jadi Partai Besar
Botol Pink Kosong dan Misteri N2O dalam Kasus Lula Lahfah