Sebuah surat wasiat yang diduga ditulis oleh korban juga viral. Dalam surat tersebut, korban meminta maaf kepada orang tua, keluarga, dan guru. Dia juga mengungkapkan rasa sakit hatinya akibat omongan dan sikap teman-teman sekelasnya. Korban menyatakan keinginannya untuk pindah sekolah, namun terhalang kondisi finansial orang tua.
Kepala Sekolah MTsN 3 Kabupaten Sukabumi, Wawan Setiawan, menyampaikan belasungkawa mendalam. Dia menggambarkan A sebagai siswi yang aktif dalam kegiatan sekolah, termasuk Pramuka dan pengibar bendera.
Wawan menegaskan bahwa sekolah tidak pernah menerima aduan atau tanda-tanda bahwa korban mengalami tekanan dari teman-temannya. Dia menyatakan MTsN 3 sebagai sekolah ramah anak yang menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan.
Pihak sekolah telah menggelar rapat internal dan menyatakan kesiapannya untuk berkooperasi secara terbuka dengan penyidik kepolisian.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral