Kritik Guru terhadap Rencana Cetak Ulang Buku Sekolah

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:40 WIB
Kritik Guru terhadap Rencana Cetak Ulang Buku Sekolah

Rencana pemerintah untuk mencetak ulang buku sekolah dengan kertas khusus menuai kritik dari kalangan pendidik. Mereka menilai kebijakan ini tidak tepat sasaran dan mengabaikan kebutuhan mendasar para guru.

Seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kegeramannya. Menurutnya, alih-alih memperbaiki kesejahteraan guru, pemerintah justru sibuk dengan proyek baru. "Para guru yang menjerit, buku yang dicetak. Luar biasa memang Prabowo. Gercep kalau nemu celah proyek baru," ujarnya dengan nada sinis.

Kritik juga menyoroti alasan teknis yang dikemukakan pemerintah, seperti ukuran huruf yang terlalu kecil dan kertas yang mudah rusak. Guru tersebut menilai alasan itu tidak masuk akal. "Memang pak, buku sekolah buat anak-anak, bukan buat manula seperti apa. Adapun buku mudah rusak, sobek, kusut, kumal, kucel, demikianlah buku sedari dulu sampai sekarang," tuturnya.

Ia juga mengingatkan konsekuensi jika buku dicetak di atas kertas art paper yang tebal dan halus. Buku akan menjadi sangat tebal dan berat, sehingga menyulitkan anak-anak membawanya pulang pergi ke sekolah. Selain itu, harga buku pun dipastikan melonjak berkali lipat.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan seharusnya dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. "Soal kualitas materi, bisa bertahap, masukan dahulu ke dalam perencanaan, nanti sehabis ratusan ribu sekolah sudah bener, jembatan penyebrangan anak sekolah sudah bener, janji kenaikan gaji guru, kesejahteraan nakes, dan abdi negara yang krusial sudah beres," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perbaikan buku seharusnya menjadi prioritas setelah hal-hal mendesak lainnya dituntaskan. Namun, ia menyayangkan langkah pemerintah yang justru memulai dari proyek baru. "Baru masuk benerin buku bertahap. Kalau begitu kan lama? Ia biar cepet makanya hentikan MBG, hentikan Kopdes. Bapak sendiri yang membuat semua rumit, karena harus semuanya proyek baru. Kalau bukan proyek baru bapak ogah-ogahan kan," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags