Avishai Levi, seorang penyanyi liturgi Israel yang dikenal karena musiknya yang kontroversial dan penuh kebencian terhadap Palestina, tewas pada Jumat (7 Agustus 2026) dalam sebuah kecelakaan tragis di Yerusalem. Pria berusia 46 tahun itu tergilas oleh kendaraannya sendiri sesaat sebelum dimulainya hari Sabat Yahudi.
Kecelakaan terjadi di Jalan Adoniyahu HaKohen, lingkungan Bukharim, Yerusalem. Menurut laporan media lokal, Levi keluar dari mobilnya namun lupa menarik rem parkir dengan sempurna. Ketika menyadari mobilnya mulai bergerak mundur, ia mencoba menahannya, tetapi justru terjepit di antara pintu mobil dan tiang hingga mengalami luka fatal.
Levi dikenal luas karena seruan dan ungkapan kebenciannya terhadap orang Palestina, yang kerap ia tuangkan dalam musiknya. Sepanjang kariernya, ia sering tampil menghibur pasukan pendudukan Israel (IOF). Ia juga kerap melontarkan penghinaan terhadap Palestina, terutama terhadap agama Islam.
Sebagai penyanyi liturgi, atau pemazmur, Levi bertugas melantunkan nyanyian suci dan memimpin doa serta nyanyian liturgi dalam Yudaisme. Namun, warisannya justru diwarnai oleh kontroversi dan kebencian yang ia sebarkan melalui karya-karyanya.
Artikel Terkait
Eskalasi di Yerusalem: Pelanggaran HAM Meningkat Sepanjang Juli
Puluhan Ribu Warga Palestina Salat Jumat di Al-Aqsha Meski Dibatasi Israel
Masjid Al-Aqsha di Titik Kritis: Penyerbuan Terbesar Sejak 1967 dan Ancaman Yahudisasi
Lebih dari 4.200 Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa dalam Aksi Terbesar Tahun Ini