BGN Perketat Standar Makan Bergizi Gratis Usai Kasus Keracunan di Papua

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:54 WIB
BGN Perketat Standar Makan Bergizi Gratis Usai Kasus Keracunan di Papua

Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat memperketat prosedur operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sejumlah siswa di Papua mengalami keracunan. Salah satu langkah yang diambil adalah memastikan makanan dikonsumsi dalam waktu maksimal empat jam setelah dimasak.

Kepala BGN Sudaryono menyatakan pihaknya tengah mengevaluasi seluruh rantai penyediaan makanan agar insiden serupa tidak terulang. "Intinya memastikan tidak boleh ada keracunan lagi, tidak boleh lagi," ujarnya usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas Menteri Koordinator Bidang Pangan di Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa pada kasus di Papua, makanan dimasak terlalu dini, yaitu pada malam hari sebelum didistribusikan keesokan harinya. "Mereka memulai masaknya itu kecepetan, jam tujuh malam di hari sebelumnya sudah mulai masak, sehingga diberikan jam sebelas," jelas Sudaryono.

Selain itu, ditemukan pula sejumlah siswa yang membawa pulang makanan MBG dan mengonsumsinya beberapa jam kemudian. Hal ini diduga turut menurunkan kualitas makanan. "Ada beberapa laporan yang kami terima, ada anak yang membawa pulang MBG-nya. Harusnya disantap jam sebelas itu dimakan, dia dibawa pulang dimakan jam tiga, jam empat, jadi sudah rusak," katanya.

Bahkan, makanan tersebut tidak hanya dikonsumsi oleh siswa, tetapi juga anggota keluarga di rumah, sehingga keracunan pun dialami oleh orang tua atau saudara yang ikut makan. "Yang kemudian keracunan bukan hanya anaknya, tapi juga bapaknya atau saudaranya yang ikut makan itu ada," tuturnya.

Untuk mencegah terulangnya kejadian, BGN akan memperketat standar waktu distribusi makanan dari dapur hingga ke tangan penerima manfaat. "Kami ingin memastikan semua pengiriman itu kapan matang sampai dengan dikonsumsi sesuai standar, tidak boleh lebih dari empat jam," tegas Sudaryono.

Selain memperkuat pengawasan di dapur, BGN juga akan menggencarkan edukasi keamanan pangan di sekolah. Para guru akan dilibatkan untuk mengingatkan siswa agar langsung menghabiskan makanan dan tidak membawanya pulang. "Ini menjadi materi penting di semua sekolah. Jangan sampai makanan ini dibawa pulang karena MBG tidak menggunakan pengawet, sehingga lebih cepat rusak, apalagi di daerah dengan suhu yang panas," pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags