BRIN Pamerkan Sepatu Lokal Rp75 Ribuan di Istana, Pesanan Prabowo

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:40 WIB
BRIN Pamerkan Sepatu Lokal Rp75 Ribuan di Istana, Pesanan Prabowo

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memamerkan sepatu hasil inovasi penelitinya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Sepatu yang seluruhnya terbuat dari bahan karet ini dibanderol sekitar Rp75 ribuan dan disiapkan untuk diproduksi secara massal.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, sepatu tersebut merupakan produk lokal yang dikembangkan di Serpong. Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto sempat meminta BRIN menghadirkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk di bidang alas kaki.

"Ini sepatu BRIN produk lokal, ini Pak Presiden juga pesan, 'BRIN tolong dong bikin yang bisa menyelesaikan masalah sepatu'," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan.

Arif menjelaskan, pemilihan bahan karet membuat sepatu ini ringan dan harganya terjangkau. "Ini semuanya dari karet, harga murah, kurang dari Rp80 ribu," ujarnya.

Saat berbincang dengan awak media, Arif bahkan mempersilakan mereka mencoba langsung sepatu tersebut. "Tuh kan ringan, bagus, murah," katanya.

Menurut Arif, harga sepatu bervariasi tergantung motif dan bahan yang digunakan. Sebagian besar dibanderol sekitar Rp75 ribuan, meski ada pula varian dengan harga di atas Rp100 ribu.

"Ya saat ini harga kan bervariasi, motifnya, bahannya, sekitar 75 ribuan. Ada juga yang di atas 100 juga ada," katanya.

Ke depan, BRIN akan menggandeng mitra industri agar inovasi ini bisa diproduksi dalam jumlah besar dan dipasarkan secara luas. "Ya nanti kita akan mencari mitra industri supaya bisa produksi lebih banyak lagi," ucapnya.

Arif juga mengungkapkan, salah satu arah pengembangan sepatu tersebut adalah untuk mendukung kebutuhan program Sekolah Rakyat. "Ya memang nanti kita arahnya untuk bisa membantu Sekolah Rakyat," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags