Penunjukan Prof Jamaluddin Jompa sebagai pelaksana tugas rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mendadak mengubah peta kepemimpinan kampus di kawasan timur Indonesia. Akademisi asal Sulawesi Selatan yang saat ini masih menjabat Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026-2030 itu ditugaskan menggantikan Prof Oktovian Berty Alexander Sompie.
Langkah ini langsung menyedot perhatian publik kampus karena Jamaluddin Jompa bukan hanya datang dari luar Sulawesi Utara, tetapi juga masih memimpin salah satu perguruan tinggi negeri besar di Makassar. Penugasan rangkap itu membuat civitas akademika menunggu arah transisi kepemimpinan, termasuk bagaimana pelayanan akademik dan tata kelola di Unsrat akan dijalankan dalam masa penunjukan sementara tersebut.
Sampai berita ini disusun pada Selasa, 4 Agustus 2026 malam, belum ada penjelasan resmi dari rektorat mengenai dasar penunjukan, lama masa tugas, maupun agenda prioritas yang akan diemban pelaksana tugas rektor baru. Belum ada pula keterangan rinci mengenai tahapan peralihan setelah Berty Sompie tidak lagi menjabat sebagai rektor.
Situasi itu membuat perhatian mengarah pada kebutuhan penjelasan resmi dari pihak kampus agar perubahan di pucuk pimpinan tidak memunculkan spekulasi di tengah mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Kejelasan soal transisi dinilai penting karena Unsrat merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Utara dengan aktivitas akademik dan administrasi yang berjalan setiap hari.
Di sisi lain, nama Jamaluddin Jompa sendiri bukan sosok baru di dunia pendidikan tinggi. Ia dikenal sebagai ilmuwan kelautan dan baru kembali dipercaya memimpin Universitas Hasanuddin untuk periode 2026-2030. Penunjukan terbaru ini membuatnya untuk sementara memikul tanggung jawab di dua kampus besar sekaligus, masing-masing di Makassar dan Manado.
Sosok di Balik Penugasan
Nama akademisi asal Sulawesi Selatan itu kembali ramai dibicarakan setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Rektor Universitas Sam Ratulangi, Manado. Penugasan itu membuat sosok yang selama ini dikenal sebagai Rektor Universitas Hasanuddin tersebut masuk ke panggung baru di Sulawesi Utara pada saat statusnya masih aktif memimpin kampus besar di Makassar.
Jamaluddin Jompa bukan nama asing di dunia pendidikan tinggi Indonesia Timur. Ia merupakan Guru Besar biologi dan ekologi kelautan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Di lingkungan Unhas, ia lebih dulu meniti jalur akademik dan manajerial sebelum akhirnya dipercaya memimpin universitas.
Profil resminya di Majelis Wali Amanat Unhas menyebut Jamaluddin Jompa pernah menjabat Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan periode 2013-2017, lalu Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas periode 2018-2022. Ia juga meraih gelar doktor dari James Cook University, Australia, pada 2003, lalu memimpin sejumlah unit yang terkait dengan riset kelautan, terumbu karang, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
Jejak itu yang membuat nama Prof JJ, sapaan yang lekat di lingkungan kampus, dikenal bukan hanya sebagai birokrat pendidikan, tetapi juga ilmuwan kelautan yang lama bekerja di bidang riset, pengembangan, dan jejaring akademik. Pada 2020, ia juga tercatat pernah ditunjuk sebagai penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan bidang ekologi laut.
Transisi di Unsrat
Jamaluddin Jompa saat ini masih menjabat Rektor Universitas Hasanuddin. Ia lebih dulu memimpin Unhas pada periode 2022-2026, lalu kembali dilantik untuk periode kedua masa bakti 2026-2030 pada 27 April 2026. Sorotan terhadap dirinya menguat lagi setelah muncul kabar bahwa ia ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Rektor Universitas Sam Ratulangi. Penunjukan itu beredar pada Selasa, 4 Agustus 2026, dan disebut mulai efektif pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Humas Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan penugasan tersebut. "Prof. Jamaluddin Jompa ditugaskan untuk bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Sam Ratulangi sampai dengan dilantiknya rektor definitif," ujarnya. Penugasan itu, menurut keterangan yang dikutip media, didasarkan pada Surat Perintah Mendiktisaintek Nomor 18922/M/KPT.KP/2026 tertanggal 4 Agustus 2026.
Hingga Selasa, 4 Agustus 2026 malam, belum ada penjelasan resmi yang lebih rinci mengenai alasan pergantian pimpinan di Unsrat maupun agenda pertama yang akan dijalankan pelaksana tugas rektor baru tersebut. Masuknya Jamaluddin Jompa ke Unsrat membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada dinamika pergantian pimpinan kampus, tetapi juga pada latar belakang sosok yang ditarik untuk memegang transisi.
Artikel Terkait
Rektor Unhas Ditugaskan Jadi Plt Rektor Unsrat, Transisi Kepemimpinan Dinanti
Unhas Lantik 122 Pejabat Baru dalam Konsolidasi Organisasi Besar-besaran
Unhas Dorong Ayam Alope Jadi Program Strategis Nasional Perkuat Ketahanan Pangan