PSI Membidik Basis Massa PDIP, Sinyal Ambisi Runtuhkan Dinasti Megawati?

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20 WIB
PSI Membidik Basis Massa PDIP, Sinyal Ambisi Runtuhkan Dinasti Megawati?

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan ambisi untuk mengambil alih basis massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Langkah ini terlihat dari strategi politik yang dijalankan, termasuk penetrasi ke daerah-daerah yang selama ini menjadi kantong suara PDIP.

Alasan utama di balik upaya ini adalah kesamaan target pasar. Basis massa yang selama ini identik dengan Joko Widodo (Jokowi) dan juga PDIP meliputi kelompok Jawa, abangan, minoritas, Indonesia timur, dan kelas menengah ke bawah. Partai lain seperti Golkar dan Gerindra memang memiliki basis serupa, tetapi tidak sekuat PDIP.

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, bahkan secara terang-terangan menyebut Jawa Tengah sebagai "kandang gajah" untuk menggantikan "kandang banteng" milik PDIP. Ia telah mendeklarasikan diri maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2029 di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V, yang meliputi Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta. Dapil ini dikenal sebagai "Dapil Neraka" karena tingkat kompetisinya yang tinggi dan dihuni oleh tokoh-tokoh politik nasional.

Berbeda dengan partai lain seperti Gerindra dan Golkar yang cenderung tenang, PSI justru terlihat agresif. Strategi ini menimbulkan kesan bahwa PSI memang didesain sebagai antitesis PDIP, dengan tujuan perlahan-lahan meruntuhkan dominasi dinasti Megawati dan menggantikannya dengan dinasti Jokowi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags