Dinas Gulkarmat DKI Perkuat Mitigasi Kebakaran dengan Sebar APAR ke Tingkat RT

- Senin, 03 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Dinas Gulkarmat DKI Perkuat Mitigasi Kebakaran dengan Sebar APAR ke Tingkat RT

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta terus memperkuat strategi pencegahan dan penanganan dini kebakaran di permukiman warga. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pendistribusian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara bertahap ke lingkungan RT, terutama di kawasan rawan kebakaran.

Hingga saat ini, sekitar 19 ribu unit APAR telah tersebar di tingkat RT. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyatakan bahwa pengadaan APAR ini masuk dalam skema penganggaran berkala Pemprov DKI Jakarta. Setiap tahun, pemerintah berupaya menambah jumlah APAR dengan memprioritaskan wilayah yang paling membutuhkan intervensi.

"Kami terus ya, jadi setiap tahun pasti kami akan berupaya dan sudah teranggarkan juga untuk penambahan APAR yang di level RT. Tentu ini terkait dengan sebuah prioritas. Wilayah mana dari sisi manajemen kebakaran yang paling perlu segera diintervensi," ujar Bayu di Jakarta.

Menurut Bayu, keberadaan APAR di tingkat RT bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan instrumen vital dalam mitigasi bencana, terutama di lingkungan padat penduduk. Dengan APAR, warga dapat melakukan tindakan awal sebelum api membesar.

"Penting sekali untuk mitigasi ya. Karena buat kami prinsipnya, api yang kecil itu mudah dipadamkan. Kalau yang sudah besar, memang kamilah yang mesti memadamkan itu," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bayu juga memberikan klarifikasi resmi terkait gugurnya Andriyono, anggota Damkar Jakarta Timur yang meninggal saat memadamkan api di TPS liar. Ia menegaskan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit jantung dan telah menjalani pemasangan ring. Oleh karena itu, Dinas Gulkarmat telah melakukan penyesuaian penugasan sesuai prosedur internal.

"Dia merasakannya di Desember tahun 2025 dan Februari 2026 itu pasang ring ya. Makanya penugasannya adalah kami tugaskan untuk memonitor terkait dengan sumber air. Jadi kami enggak tugaskan dia untuk di situasi penyerangan," ungkap Bayu.

Andriyono yang berpangkat Komandan Regu (Danru) ditugaskan memastikan kecukupan pasokan air dari unit kendaraan utama. Posisinya berada di dekat armada, jauh dari titik api maupun asap.

"Jadi tidak langsung berperang berhadapan menghadapi situasi kebakarannya, hanya monitor dekat dengan unitnya. Sumber air kan kami sedot melalui unit. Karena bagaimana pun sumber air menjadi pasokan utama kami," terangnya.

Ke depan, Dinas Gulkarmat akan memperketat evaluasi dan pemetaan kondisi fisik serta kesehatan seluruh personel. Langkah ini diambil agar setiap petugas dapat menjalankan tugas pelayanan publik secara aman, terukur, dan optimal.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags