Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, mengkritisi pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut oposisi bukan budaya Indonesia. Menurutnya, justru ketidakhadiran oposisi itulah yang mendorong terbentuknya Kabinet Bayangan.
"Justru, Kabinet Bayangan itu ada karena tidak ada oposisi. Seharusnya kan kami di masyarakat sipil atau kami di P2G ada perbedaan oposisi dan advokasi. Sebagaimana pekerjaan saya di P2G, pekerjaan kami adalah advokasi. Jadi, kalau masyarakat sipil membentuk Kabinet Bayangan tanpa ada hubungan dengan oposisi (parpol), berarti di negara ini tidak ada oposisi," kata Iman dalam program Poker di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (30/07/2026).
Ia menilai, tidak adanya oposisi dalam sebuah negara berbahaya karena tidak ada kekuatan penyeimbang. Ketika semua orang setuju dengan sebuah program yang bermasalah, masyarakat luas yang akan terkena dampaknya.
"Artinya, ketika masyarakat sipil membentuk Kabinet Bayangan, warning-nya itu sudah 2 lapis, ini tanda bahaya sebetulnya. Jadi, bukan harus ditanggapi dengan ancaman, ini tanda bahaya level 2. Ibarat makan cabai, ini sudah level 2, level 1 itu ketika tidak ada oposisi, level 2 masyarakat sipil akhirnya bergerak sendiri," ujar Iman.
Dalam Kabinet Bayangan, Iman menggabungkan empat kementerian yang dibentuk Presiden Prabowo di Kabinet Merah Putih: Mendikdasmen, Mendiktisaintek, Menteri Kebudayaan, dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Penggabungan ini dimaksudkan agar pemerintahan berjalan efektif dan efisien. Iman menegaskan, kehadiran Kabinet Bayangan jelas untuk membayangi dan mengkritisi kebijakan para menteri terkait.
"Jadi, mungkin saya 1 harus berhadapan dengan 4 menteri sekaligus. Kalau bicara program, memang kita akui tidak semua menteri itu 100 persen salah, ada program-program yang bagus, tapi kita melihat ini secara sistemik. Misal, kalau saya gabungkan empat menteri ini ada hal-hal yang mungkin kami tidak hanya mewakili gagasan ideal tentang program pemerintah, tapi mungkin dalam pemerintahan sendiri, di internal jangan-jangan terwakilkan oleh kami," kata Iman.
Ia meyakini, ada kelompok di internal yang merasa kebijakan pemerintah bermasalah, dan aspirasi mereka mungkin tersampaikan lewat Kabinet Bayangan. Dengan demikian, Kabinet Bayangan membawa bentuk ideal yang diharapkan masyarakat sipil dan pemerintahan yang rasional.
Selain itu, Iman yang kesehariannya masih mengajar dan mengurusi profesi guru, mengatakan Kabinet Bayangan akan mengutamakan kesejahteraan guru. Ia mengingatkan amanat UUD yang mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan.
"Mungkin dari program-programnya ya tentu kami punya prioritas berbeda, literasi itu nomor satu. Bahkan, ketika saya ditanya program pertama adalah lebih banyak menghadap Presiden. Jadi, kalau ditanya, apa sih programnya di bidang pendidikan, karena saya kan empat menteri bidang pendidikan, mungkin kalau disingkat Menko Pendidikan kali ya seharusnya, yang akan saya lakukan pertama menghadap Presiden," ujar Iman.
Salah satu aspirasi yang akan disampaikan kepada Presiden adalah segera menerbitkan Inpres Darurat Literasi. Iman juga mendorong Prabowo memikirkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Iman menegaskan, Presiden Prabowo harus mengubah tata kelola dan memastikan program seperti MBG dan KDKMP tidak merusak sekolah. Ia menilai, masalah yang perlu diperbaiki tidak hanya di kementerian, tapi juga dari Istana.
"Banyak persoalan yang sebetulnya tidak hanya di kementeriannya, tapi pesan-pesan dari Istana juga kayaknya harus dikoreksi. Harus diberitahu bahwa ini keliru, kira-kira gitu, kalau program secara umum kami tidak muluk, kami butuh yang dasar. Dasar pendapatan untuk guru dan dosen dan dasar literasi untuk anak-anak," kata Iman.
Artikel Terkait
MK Beri Kelonggaran, Program MBG Terlalu Besar untuk Dihentikan
Kudeta Bayangan dan Upaya Menggoyang Pemerintahan Prabowo
Mahfud MD Kritik Pembentukan URI: Tak Ada Nomenklatur di APBN, DPR Harusnya Ingatkan Presiden
Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Puas dengan Program MBG, Berpotensi Tekan Approval Rating Prabowo