Menkes Targetkan Pembenahan Program Makan Bergizi Gratis Rampung Agustus 2026

- Rabu, 29 Juli 2026 | 16:06 WIB
Menkes Targetkan Pembenahan Program Makan Bergizi Gratis Rampung Agustus 2026

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rampung pada 5 Agustus 2026. Pembenahan mencakup penetapan sasaran penerima, standar menu bergizi, percepatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah dengan angka stunting tinggi, hingga riset untuk mengukur dampak program.

Budi mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan membahas pembenahan tersebut dengan sejumlah ahli gizi sebelum tenggat waktu.

"Sebelum 5 Agustus Kementerian Kesehatan dan BGN akan duduk bersama dengan ahli-ahli gizi terkemuka Indonesia. Sudah ada data dari Kementerian Kesehatan," kata Budi di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).

Menurut Budi, pembahasan akan difokuskan pada dua hal utama, yakni penetapan sasaran penerima MBG dan penyusunan standar menu.

"Kita akan duduk menentukan dua hal. Nomor satu targetnya ini kita mau refine sekolah mana yang mau dikasih, usia mana, SD-nya di mana, lokasinya di mana, ibu hamil yang bagaimana. Itu kita harapkan tanggal 5 Agustus sudah selesai," ujarnya.

Selain menentukan kelompok sasaran, para ahli gizi akan memberikan masukan mengenai standar menu yang diberikan kepada penerima manfaat MBG.

"Ahli gizi memberikan masukan ke Kementerian Kesehatan dan BGN untuk satu menentukan target, yang satu lagi menentukan standarnya. Standarnya ini nanti mau kasih kacang, mau kasih susu, mau kasih apa, itu nanti masuk," tutur Budi.

Budi optimistis pembenahan MBG dapat berjalan cepat di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru.

"Saya sangat yakin dengan standar yang Kepala BGN yang baru ini dia akan cepat, gercep, itu berhasil dengan tegas. Berikan kesempatan kita untuk membagi program yang menurut saya sangat penting buat kesehatan ini," katanya.

Prioritaskan SPPG di Daerah dengan Stunting Tinggi

Selain menetapkan sasaran dan standar menu, pemerintah akan mempercepat operasional SPPG yang telah siap di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

"Sebelum tanggal 5 segera SPPG yang sudah siap itu dibuka langsung di daerah-daerah yang memang stuntingnya tinggi. Itu kesepakatan kita yang kedua," ucap Budi.

Budi juga mengatakan, pemerintah akan melakukan riset untuk mengukur efektivitas MBG terhadap perbaikan status gizi masyarakat.

"Kita membutuhkan outcome, hasil. Di sininya kan mesti membaik, mesti sehat. Kita sudah setuju dari Kepala BGN, kita akan melakukan analisa atau melakukan riset outcome-nya," jelasnya.

Menurut Budi, pemerintah telah memiliki data anak dengan stunting secara rinci. Data tersebut akan digunakan untuk memantau perkembangan kondisi mereka setelah menerima MBG.

"Semua anak yang stunting kita ada by name, by address, sudah ada. Kita tag, dia dapat MBG apa enggak. Kita akan bisa ikuti setiap bulan," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags