Iran melancarkan serangan drone ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada Jumat (24/7). Aksi itu disebut sebagai balasan atas rentetan serangan AS ke wilayah Iran.
Militer Iran menyatakan bahwa drone kamikaze Arash menghantam tangki bahan bakar, gudang peralatan besar, silo, dan barak pasukan AS di Pangkalan Udara Isa, Bahrain. "Pagi ini, tangki bahan bakar, gudang peralatan besar, silo, serta barak pasukan tentara teroris AS di Pangkalan Udara Isa di Bahrain menjadi sasaran drone kamikaze Arash," demikian pernyataan militer Iran, seperti dikutip AFP.
Jurnalis AFP di Bahrain melaporkan sejumlah ledakan terdengar di berbagai lokasi. Pemerintah Bahrain juga membunyikan sirene peringatan di sejumlah wilayah pada Jumat pagi.
Selain Bahrain, serangan drone Iran juga menargetkan Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania. Militer Iran mengklaim hanggar dan fasilitas perawatan pesawat tempur AS di pangkalan tersebut menjadi sasaran.
Di Kuwait, Iran menyebut drone mereka menyerang Kamp Arifjan, yang disebut sebagai lokasi penyimpanan peralatan militer AS. Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan serangan juga menyasar Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Menurut IRGC, serangan itu menghancurkan gudang amunisi dan menimbulkan korban di pihak militer AS.
Sementara itu, AS menyatakan operasi militernya terhadap Iran telah memasuki hari ke-13. Washington menyebut serangan-serangannya terus menargetkan fasilitas militer Iran. Menurut AS, operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Trump Makin Frustrasi saat Perang Iran Memasuki Bulan Kelima
Trump Kaji Serangan Besar-besaran ke Iran, Lebih Dahsyat dari Operasi Sebelumnya
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS, Ogah Kompromi Soal Selat Hormuz
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS yang Disampaikan Lewat PM Irak