Khalil al-Hayya, pemimpin baru Hamas, menyatakan komitmennya untuk membangun kembali Gaza, membebaskan tahanan Palestina, dan mewujudkan negara Palestina yang bersatu. Pidato perdananya yang disiarkan televisi pada Rabu menjadi penegasan arah gerakan di bawah kepemimpinannya.
Berbicara di hadapan bendera Palestina dan Hamas, al-Hayya mengenakan jas dan kemeja tanpa dasi. Ia menyapa "rakyat Palestina yang teguh dan penuh kesabaran" serta berjanji meringankan penderitaan warga Gaza yang disebutnya hidup di tenda-tenda darurat dengan langit sebagai selimut.
"Kami memahami betapa besar penderitaan yang telah dan masih kalian alami," ujarnya dalam pidato yang disiarkan Al-Aqsa TV. Ia menegaskan Hamas akan menentang segala upaya pemaksaan pengusiran warga Palestina dari Gaza.
Al-Hayya terpilih melalui Majelis Syura Umum Hamas pada Senin, mengalahkan mantan pemimpin politik Khaled Meshaal. Ia menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam operasi militer Israel di Gaza pada 2024. Sejak kematian Sinwar, Hamas dipimpin dewan lima orang yang salah satunya adalah al-Hayya.
Negara Palestina Bersatu
Al-Hayya menegaskan tujuan utama Hamas adalah mendirikan negara Palestina yang mencakup Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Target ini telah menjadi tujuan resmi Hamas sejak dokumen kebijakan yang direvisi pada 2017.
"Komitmen pertama dan utama kami adalah terus berjalan di jalan yang sama, mengibarkan panji perjuangan hingga berkibar di atas Masjid Al-Aqsa dan di tanah Palestina yang merdeka dan bermartabat," katanya. Ia juga menyampaikan salam kepada warga Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat, menyebut Yerusalem sebagai "kompas dan jantung perjuangan".
Rekonstruksi Gaza
Al-Hayya menyebut Gaza sebagai "tanah kebanggaan" dan berjanji memulihkan kehidupan yang layak bagi penduduknya. "Salah satu prioritas kami adalah mengembalikan kehidupan yang bermartabat bagi rakyat kami di Gaza, menggagalkan seluruh rencana pengusiran, serta mempercepat proses rekonstruksi," ujarnya. Ia menekankan hak rekonstruksi tidak boleh dikaitkan dengan tawar-menawar atau konsesi politik.
Ia menggambarkan kondisi warga Gaza yang tinggal di tenda-tenda darurat: "Berapa banyak hari berlalu tanpa kalian menemukan makanan untuk menghibur anak-anak kalian yang menangis?" Hamas berjanji bekerja ke segala arah untuk mengurangi penderitaan dan mengembalikan Gaza seperti semula.
Pembebasan Tahanan
Al-Hayya memuji sejarah perlawanan rakyat Palestina dan berjanji membebaskan para tahanan Palestina. "Kami akan berupaya membebaskan para tahanan, mengakhiri penderitaan mereka, dan memberikan kehidupan yang layak sesuai dengan perjuangan dan pengorbanan mereka," katanya. Ia menambahkan bahwa rakyat Palestina adalah bangsa pejuang yang tidak akan meninggalkan tanah dan hak-haknya.
Perdamaian Kawasan
Menurut al-Hayya, Timur Tengah tidak akan stabil tanpa keadilan bagi Palestina. "Apa yang disaksikan kawasan saat ini membuktikan bahwa stabilitas rakyat Palestina adalah kunci stabilitas kawasan," ujarnya. Kepada masyarakat internasional, ia mengatakan standar keadilan runtuh jika gagal melindungi rakyat Gaza.
Apresiasi kepada Mediator
Al-Hayya menyampaikan penghargaan kepada Mesir, Qatar, dan Turki yang berupaya menjadi mediator menghentikan perang. Ia meminta para mediator dan masyarakat internasional memberi tekanan kepada Israel agar mematuhi ketentuan gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025, yang menurutnya sebagian besar tidak dijalankan Israel. "Negara-negara penjamin jalur perundingan agar memberikan tekanan nyata kepada pemerintah pendudukan supaya melaksanakan apa yang telah disepakati," pintanya.
Menutup pidatonya, al-Hayya optimistis Palestina akan mencapai cita-citanya melalui kerja keras dan dukungan dunia. "Kami yakin bahwa bersama-sama, melalui kerja keras yang sungguh-sungguh, bersama rakyat kami yang tulus, bangsa kami, dan orang-orang merdeka di seluruh dunia yang telah berdiri bersama Gaza, kami mampu mewujudkan semua itu," pungkasnya.
Artikel Terkait
Menteri Pertahanan Inggris Baru Bertahan pada Tuduhan Kejahatan Perang Israel
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Warga Gaza Rayakan sebagai Kemenangan Palestina
Pemimpin Baru Hamas Janjikan Rekonstruksi Gaza dan Pembebasan Tahanan
Kemenangan Tipis Al-Hayya: Pertarungan Dua Kubu di Hamas