Pemimpin Baru Hamas Janjikan Rekonstruksi Gaza dan Pembebasan Tahanan

- Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40 WIB
Pemimpin Baru Hamas Janjikan Rekonstruksi Gaza dan Pembebasan Tahanan

Khalil al-Hayya, pemimpin baru Hamas, menyampaikan pidato perdananya yang disiarkan televisi pada Rabu (22/7/2026) dengan janji membangun kembali Gaza, membebaskan tahanan politik di Israel, dan menyatukan wilayah Palestina. Dalam pidato yang disiarkan Al-Aqsa TV itu, ia menegaskan penolakan terhadap upaya pengusiran warga Palestina dari Gaza dan berterima kasih kepada negara-negara yang berupaya mengakhiri perang.

Al-Hayya terpilih oleh Dewan Syura Umum pada Senin (20/7) sebagai kepala biro politik Hamas yang baru, mengalahkan mantan kepala politik Khaled Meshaal dalam pemilihan putaran kedua. Ia menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dibunuh tentara Israel di Gaza pada 2024. Sejak kematian Sinwar hingga pengangkatan al-Hayya, Hamas dipimpin dewan penguasa beranggotakan lima orang.

Dalam pidatonya, al-Hayya menyerukan penghentian segera agresi Israel di Gaza dan menetapkan prioritas utama kelompoknya. Berikut poin-poin penting pidato tersebut.

Tujuan Negara Palestina Bersatu

Al-Hayya menegaskan tujuan utama Hamas adalah mencapai negara Palestina yang meliputi Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel, dengan ibu kota di Yerusalem Timur. Hal ini telah menjadi tujuan resmi kelompok sejak dokumen kebijakan yang direvisi pada 2017.

“Komitmen utama kami adalah untuk terus berada di jalur yang sama, mengibarkan panji tinggi-tinggi dan berkibar, hingga berkibar di atas Masjid Al-Aqsa dan tanah Palestina yang merdeka dan bangga,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan salam kepada warga Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat. “Salam kepada rakyat kita di Yerusalem yang diduduki, kompas dan jantung perjuangan kita, dan kepada Masjid Al-Aqsa, menara-menaranya, dan gereja-gerejanya,” katanya.

Janji Rekonstruksi Gaza

Al-Hayya menyampaikan salam setia kepada warga Gaza yang sabar dan teguh. Ia menegaskan warga Palestina di Gaza tidak akan pernah diusir, dan berjanji Hamas akan meringankan penderitaan serta membangun kembali wilayah tersebut.

“Warga Gaza, keluarga saya dan rakyat saya, di antara mereka saya telah menghabiskan hidup saya. Kami memahami betapa besar penderitaan yang telah dan terus Anda alami,” kata al-Hayya. “Salah satu prioritas kami adalah mengembalikan kehidupan yang bermartabat bagi rakyat kami di Gaza, menggagalkan semua rencana jahat yang bertujuan untuk pengusiran, dan mempercepat rekonstruksi.”

Ia menekankan bahwa rekonstruksi adalah hak inheren rakyat Palestina, bukan hadiah dari siapa pun, dan tidak dapat dikaitkan dengan konsesi politik.

Pembebasan Tahanan

Al-Hayya memuji sejarah perlawanan Palestina dan berjanji Hamas akan berupaya membebaskan para tahanan. “Kami akan berupaya membebaskan para tahanan, mengakhiri penderitaan mereka, dan memberi mereka kehidupan yang sesuai dengan perjuangan dan pengorbanan mereka,” ujarnya.

Ia juga mengatakan perdamaian regional membutuhkan perlakuan adil terhadap rakyat Palestina. “Timur Tengah tidak akan pernah bebas dari konflik sampai rakyat Palestina diperlakukan secara adil,” tambahnya.

Ucapan Terima Kasih kepada Mediator

Al-Hayya mengucapkan terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki yang telah berupaya menengahi pengakhiran perang. Ia menyerukan kepada para mediator dan komunitas internasional untuk menekan Israel agar mengikuti ketentuan gencatan senjata yang didukung AS pada Oktober 2025, yang sebagian besar diabaikan Israel.

“Kami menghargai peran para mediator di Mesir, Qatar, dan Turki yang mengerahkan segala upaya untuk menghentikan pertumpahan darah di Jalur Gaza,” katanya. Ia meminta negara-negara sponsor jalur negosiasi untuk memberikan tekanan nyata kepada pemerintah pendudukan.

Al-Hayya optimistis bahwa dengan kerja keras dan simpati global terhadap Gaza, Palestina akan mencapai tujuan mereka. “Kami yakin bahwa bersama-sama, dengan kerja keras dan dedikasi tinggi, kami mampu mencapai hal ini,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags