Petugas Palang Pintu Kereta di Kediri Tertidur, Kereta Melintas Tanpa Penutupan

- Rabu, 22 Juli 2026 | 20:24 WIB
Petugas Palang Pintu Kereta di Kediri Tertidur, Kereta Melintas Tanpa Penutupan

Seorang petugas penjaga palang pintu kereta api di Simpang Mengkreng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, diduga tertidur saat bertugas. Akibatnya, palang pintu tidak tertutup ketika kereta api melintas. Peristiwa itu terekam kamera dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak perekam melihat kereta api hendak melintas. Ia berusaha menghalau kendaraan yang akan melintas di perlintasan, dibantu seseorang dari arah berlawanan. Setelah itu, ia bersama beberapa orang mendatangi pos penjaga dan mendapati petugas tertidur di dalam.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun membenarkan kejadian tersebut. Insiden terjadi di JPL 303A KM 213 705 petak jalan Kertosono–Papar, Rabu (22/7) pukul 01.48 WIB, saat KA 152 Brantas relasi Pasarsenen–Blitar melintas.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menjalankan prosedur pengamanan perlintasan sebagaimana mestinya.

"Setelah menerima informasi dari awak KA, KAI Daop 7 Madiun segera berkoordinasi dengan PPKA Kertosono, Unit Jalan dan Jembatan (JJ) 7.3 Kertosono, serta petugas pengamanan. Petugas yang bersangkutan kemudian dapat melanjutkan tugas dengan pengawasan dan pendampingan langsung dari petugas Unit JJ 7.3 Kertosono guna memastikan pengamanan perlintasan berjalan sesuai prosedur," kata Tohari dalam keterangannya, Rabu (22/7).

Tohari menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. "Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang timbul. Keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan adalah prioritas utama KAI. Kami tidak mentoleransi setiap pelanggaran prosedur operasional yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan," ujarnya.

Akibat kejadian itu, petugas yang bersangkutan telah dibina sesuai ketentuan yang berlaku. Peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat disiplin, meningkatkan pengawasan, serta memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional.

"Kami akan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang. KAI berkomitmen menjaga keandalan operasional dan memberikan pelayanan yang mengedepankan aspek keselamatan," katanya.

Ia menegaskan tidak ada dampak keselamatan terhadap perjalanan kereta api maupun kendaraan yang melintas dalam insiden tersebut.

KAI Daop 7 Madiun mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak. "Jangan bergantung pada palang pintu karena itu hanya alat bantu. Berhenti, tengok kanan dan kiri, pastikan aman, baru melanjutkan perjalanan. Keselamatan berawal dari kewaspadaan dan kepatuhan setiap pengguna jalan. Mari bersama-sama mendahulukan perjalanan kereta api," ujar Tohari.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags