Pemerintah Targetkan 50 Juta Siswa Ikut Cek Kesehatan Gratis Sepanjang 2026

- Rabu, 22 Juli 2026 | 14:48 WIB
Pemerintah Targetkan 50 Juta Siswa Ikut Cek Kesehatan Gratis Sepanjang 2026

Pemerintah menargetkan 50.255.073 siswa mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah sepanjang 2026. Hingga pertengahan Juli tahun ini, program tersebut telah menjangkau 8.824.185 peserta didik di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota.

Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) RI Kurnia Ramadhana mengatakan, pelaksanaan CKG Sekolah menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk memastikan kondisi kesehatan anak sejak usia sekolah sekaligus mendeteksi penyakit lebih dini. "Sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, CKG sekolah sudah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 Kabupaten/Kota," kata Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7).

Secara keseluruhan, program ini akan dilaksanakan di 303.263 satuan pendidikan, terdiri dari 184.714 SD, 68.109 SMP, 43.032 SMA, 4.048 pondok pesantren, dan 3.360 SLB. CKG Sekolah mulai dilaksanakan serentak pada 4 Agustus 2025 dan menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun. Pemeriksaan dilakukan langsung di sekolah masing-masing sesuai jadwal kunjungan puskesmas, sehingga siswa tidak perlu mendatangi fasilitas kesehatan.

Kurnia menilai, CKG memberikan manfaat tidak hanya bagi siswa, tetapi juga orang tua dan sekolah. "CKG sekolah bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan anak, mengedukasi pola hidup sehat serta meningkatkan fokus dan prestasi belajar anak. Orang tua pun dapat menghemat biaya dan waktu karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan medical check-up ke klinik swasta," ujarnya.

Berdasarkan hasil sementara pemeriksaan periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026, pemerintah menemukan lima masalah kesehatan yang paling banyak dialami peserta didik: gigi berlubang (40,8 persen), anemia pada remaja putri (27,3 persen), hipertensi (21,7 persen), impaksi atau penumpukan kotoran telinga (6,9 persen), serta obesitas (6,7 persen).

Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah juga mencatat perubahan perilaku hidup sehat pada peserta didik setelah mengikuti CKG. Kurnia mencontohkan Kalista, siswi Sekolah IPK Sunter, yang mengaku mulai lebih rajin berolahraga serta mengonsumsi buah dan sayur setelah mengetahui kondisi kesehatannya. Sementara itu, siswa bernama Nata menilai CKG membantunya mengetahui kondisi mata minusnya yang semakin bertambah sehingga dapat segera memeriksakan diri ke dokter. "Jadi itu testimoni dari para siswa yang sudah merasakan langsung program CKG sekolah," kata Kurnia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags