Komisi IX DPR RI mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menunjuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) definitif menyusul pengunduran diri Nanik S. Deyang dari jabatannya. Anggota Komisi IX Zainul Munasichin mengaku terkejut dengan keputusan tersebut, namun tetap menghormati alasan kesehatan yang mendasarinya.
“Kami di Komisi IX sebenarnya sangat berharap Bu Nanik bisa melanjutkan program perbaikan tata kelola di Badan Gizi Nasional,” kata Zainul dalam keterangannya, Rabu (22/7). Ia menambahkan bahwa berdasarkan informasi dari internal BGN, kondisi kesehatan Nanik menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, Zainul berharap Nanik tetap dapat berkontribusi. Ia mendapat informasi bahwa Nanik akan ditempatkan sebagai anggota Dewan Pengawas BGN. “Tentu kami berharap ke depan Bu Nani masih tetap bisa me-backup kerja-kerja di Badan Gizi Nasional,” ucap dia.
Menurut Zainul, pembentukan Dewan Pengawas merupakan langkah yang baik mengingat BGN adalah lembaga baru dengan anggaran besar yang membutuhkan pengawasan ketat. “Secara prinsip kami sangat menyambut baik jika Presiden membentuk Dewan Pengawas untuk Badan Gizi Nasional,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya mengisi jabatan Kepala BGN secara definitif agar proses pembenahan tata kelola tidak terhambat. “Hari-hari ini BGN bersama kami di Komisi IX sedang melakukan transisi perbaikan tata kelola. Kami tidak ingin kekosongan pimpinan BGN ini nanti mempengaruhi percepatan perbaikan tata kelola yang ada di BGN,” kata Zainul.
Artikel Terkait
Anggaran Terbesar 2027: BGN, Kementerian Pertahanan, dan Polri
Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Sebut Sjafrie Sempat Diberi Tahu Soal Fitnah
Menkeu Terima Laporan Kekurangan Penggunaan Anggaran MBG dari KPPN
BGN Buka Kanal Khusus bagi Guru untuk Laporkan Masalah MBG