Pemkot Tangsel dan Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan

- Selasa, 21 Juli 2026 | 23:15 WIB
Pemkot Tangsel dan Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan

Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Kementerian Sosial menggelar Bakti Sosial Terintegrasi di Plaza Rakyat Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menyatukan berbagai layanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu lokasi, sekaligus memperingati Hari Anak Nasional.

Sebanyak sepuluh layanan dihadirkan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, mulai dari Peksos Goes to Community, layanan terapi, pemeriksaan kesehatan, pemberian alat bantu disabilitas, khitan gratis, penebusan ijazah, donor darah, bantuan kewirausahaan, permainan anak, hingga penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).

Asisten Daerah I Pemkot Tangerang Selatan Chaerudin mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah kota dan kementerian dalam menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses. "Melalui Bakti Sosial Terintegrasi ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan dalam satu tempat. Kolaborasi seperti ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk terus hadir memberikan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Chaerudin.

Antusiasme warga terlihat dari partisipasi mereka. Hani dan Munayah, dua warga desil 1 asal Ciputat, mengetahui kegiatan ini melalui grup Program Keluarga Harapan (PKH) yang dibentuk Kemensos. Keduanya berharap program serupa terus berlanjut dengan jangkauan informasi yang lebih luas.

Rustanto, seorang ayah dari anak kembar, merasakan manfaat layanan terapi wicara dan terapi peningkatan nafsu makan bagi anaknya. "Sebagai warga Tangsel, saya bersyukur mendapatkan bantuan penebusan ijazah bagi anak sekolah, kemudian dapat bantuan terapi ini. Terima kasih kepada Pemkot Tangsel, kami sebagai warga mendukung program ini," katanya.

Layanan donor darah juga menarik minat. Gina, salah satu peserta, mengetahui kegiatan tersebut melalui media sosial dan memutuskan berpartisipasi karena ingin membantu sesama. "Alasannya karena memang ingin membantu sesama, selain itu alasan kesehatan. Senang sih, berhasil lolos hasil cek darah. Karena tidak semua pendonor diterima, misalnya karena kurang tidur atau mengalami hipertensi," ujarnya.

Khitan gratis menjadi salah satu layanan paling diminati. Irfan, salah satu peserta, mengaku senang meski sedikit sakit. "Rasanya agak sakit, tapi senang. Dapat mainan, uang, dan tas sekolah," katanya. Dua anak lainnya, Haikal dan Rafif, juga mengikuti layanan khitan gratis.

Selain layanan kesehatan fisik, bakti sosial ini juga menyediakan layanan psikologi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan kesehatan mental.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler