Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengerahkan 400 personel untuk mengevakuasi dua korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan akibat ledakan di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7). Proses evakuasi difokuskan di lantai dua rumah yang roboh, yang diketahui memiliki tiga lantai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan tim SAR juga mengerahkan tiga unit ekskavator dan satu unit crane untuk membantu proses evakuasi. "Perkembangan saat ini, Tim SAR gabungan berjumlah sekitar 300 sampai 400 orang. Kami juga mengerahkan tiga unit ekskavator dan satu unit crane untuk melaksanakan proses evakuasi yang difokuskan pada lantai dua bangunan yang runtuh semalam," kata Hery saat ditemui di lokasi.
Berdasarkan data sementara, masih ada dua korban yang diduga berada di dalam reruntuhan. Sebelumnya, tim SAR menemukan seorang korban perempuan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 02.20 WIB. "Indikasinya masih ada dua orang lagi yang kami upayakan untuk dievakuasi. Pada pukul 02.20 WIB tadi kami menemukan satu korban perempuan, kemudian sudah kami evakuasi dan kami serahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.
Kendala di Lapangan
Proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lantai dua yang sangat sempit serta kondisi reruntuhan bangunan yang belum stabil. "Tantangan Tim SAR gabungan di lokasi, pertama akses menuju lantai dua sangat sempit. Kedua, material bangunan yang runtuh masih labil sehingga membahayakan personel saat melakukan evakuasi," imbuh Hery.
Hingga saat ini, empat orang berhasil selamat, yakni seorang balita bernama Jeavelin (2), Hasan yang merupakan penghuni rumah, seorang sopir, dan seorang kurir. Sementara itu, satu perempuan ditemukan meninggal dunia dan dua korban lainnya masih dalam pencarian.
Penyebab Ledakan
Sebelumnya, Polrestabes Medan menyampaikan dugaan awal bahwa ledakan dipicu oleh kebocoran pipa gas bawah tanah di kawasan Perumahan Grand Polonia. "Hasil investigasi awal menunjukkan adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak di lokasi, Senin (20/7).
Indikasi kebocoran tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas. "Tadi kami sudah masuk menggunakan alat pendeteksi gas dan memang terdeteksi adanya gas di lokasi," ujarnya.
Artikel Terkait
Korban Ledakan Gas di Medan Bertambah Jadi Dua Orang
Saksi Ledakan Rumah Mewah di Medan Dengar Teriakan Wanita Minta Tolong, Lihat Bayi Berlumuran Darah
400 Personel Dikerahkan Cari Dua Korban Ledakan di Rumah Mewah Medan
Ledakan Pipa Gas di Medan Hancurkan Bangunan, Satu Tewas dan Dua Tertimbun